Search

12 Maret 2026

|

Lingkungan

500 Hektar Gambut Terbakar di Pulau Mendol, Api Nyaris Dekati Permukiman Warga

POLEZ.ID – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda Provinsi Riau. Kali ini, kobaran api meluas di Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan, dengan total lahan terdampak diperkirakan mencapai 500 hektar.

Kawasan yang terbakar didominasi lahan gambut, meliputi hutan, semak belukar, serta kebun kelapa milik masyarakat. Skala kebakaran yang besar membuat upaya pemadaman berlangsung intensif selama hampir dua pekan.

Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, menyebutkan kebakaran terjadi dalam satu hamparan luas yang mencakup tiga desa dan satu kelurahan di Kecamatan Kuala Kampar.

“Karhutla di Pulau Mendol diperkirakan mencapai 500 hektar. Kawasan yang terbakar terdiri dari hutan, semak belukar dan kebun kelapa masyarakat,” ujar Ilham, Selasa (17/2/2026).

Mencakup Empat Wilayah

Empat wilayah terdampak yakni Desa Teluk Beringin, Desa Sungai Solok, Desa Sungai Upih, serta Kelurahan Teluk Dalam. Letaknya yang berada di pulau terluar membuat akses dan distribusi logistik menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

Api bahkan sempat bergerak mendekati kawasan permukiman warga, sehingga petugas memprioritaskan penyekatan di bagian kepala api.

“Api mengarah ke permukiman warga, jadi kita kejar ke sana supaya kebakaran tidak berdampak ke rumah-rumah warga,” jelas Ilham.

Ratusan Personel Turun Tangan

Sekitar 100 personel gabungan diterjunkan untuk mengendalikan kebakaran. Mereka berasal dari Manggala Agni Rengat dan Indragiri Hulu, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Pelalawan dan Provinsi Riau, perangkat kecamatan hingga masyarakat setempat.

Dukungan warga dinilai sangat membantu proses pemadaman. Meski hanya berbekal ember dan mesin robin, partisipasi masyarakat memperkuat barisan pemadam di lapangan.

“Personel ada sekitar 100 orang. Namun, dukungan masyarakat sangat luar biasa, meski mereka hanya menggunakan ember dan mesin robin,” tambahnya.

Hari ke-13, Sempat Kewalahan

Karhutla di Pulau Mendol telah memasuki hari ke-13. Dalam beberapa hari terakhir, petugas sempat kewalahan akibat angin kencang yang mempercepat penyebaran api di lahan gambut kering.

Keterbatasan sumber air di lokasi juga memperlambat proses pemadaman. Asap pekat yang menyelimuti area kebakaran membuat kondisi fisik petugas terkuras dan rentan sesak napas.

Namun, hujan deras yang turun sepanjang malam membawa kabar baik. Curah hujan membantu memadamkan api yang sebelumnya sulit dikendalikan.

“Alhamdulillah, tadi malam semalaman hujan, jadi api sudah padam, tinggal titik asap yang kecil-kecil. Hari ini kami melakukan pendinginan bara-bara api yang ada di tunggul kayu,” pungkas Ilham.

Saat ini, tim gabungan masih melakukan patroli dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

1588132823_IncomeTax
1588132823_IncomeTax

Ekonomi & Bisnis

Ekonomi & Bisnis

2 bulan ago

ilustrasi-tempat-hiburan-malamtTu7
ilustrasi-tempat-hiburan-malamtTu7

Lifestyle

Lifestyle

2 bulan ago