Search

10 April 2026

|

Hukum & Kriminal

Aksi Penyelundupan Digagalkan Beruntun, Lebih dari 4 Kg Sabu Disita di Bandara Pekanbaru

POLEZ.ID – Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu melalui jalur udara di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru berhasil digagalkan. Dalam dua pengungkapan yang terjadi pada Kamis (9/4/2026), petugas mengamankan barang bukti dengan total lebih dari 4 kilogram sabu.

Pengungkapan pertama bermula dari kecurigaan petugas saat melakukan pemeriksaan rutin di Hold Baggage Security Check Point (HBSCP) Terminal Keberangkatan Domestik. Sebuah koper milik calon penumpang berinisial M.J. yang hendak menuju Lombok melalui Jakarta terdeteksi mencurigakan.

Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, petugas menemukan delapan paket sabu seberat sekitar 2 kilogram yang disembunyikan di antara pakaian dalam koper.

Tak lama berselang, petugas kembali menemukan dua koper mencurigakan milik penumpang berinisial R.S. dan W.H.M. di lokasi yang sama. Saat dilakukan pembongkaran di ruang rekonsiliasi bagasi, ditemukan 10 paket sabu dengan total berat 2.038 gram yang disamarkan di dalam tumpukan pakaian.

Seluruh pelaku beserta barang bukti langsung diamankan ke kantor Avsec untuk pemeriksaan lebih lanjut. Uji awal oleh petugas Bea Cukai memastikan seluruh paket tersebut positif mengandung methamphetamine.

Selanjutnya, penanganan kasus dikoordinasikan dengan Ditresnarkoba Polda Riau. Barang bukti telah diserahkan kepada pihak kepolisian guna proses penyelidikan sekaligus pengembangan jaringan peredaran narkotika.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris, mengapresiasi kesigapan personel di lapangan. Ia menegaskan, keberhasilan ini merupakan bukti kuat sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan jalur udara.

“Keberhasilan ini mencerminkan kewaspadaan dan soliditas sinergi antarinstansi. Kami akan terus memperketat pengamanan serta meningkatkan koordinasi guna menutup celah peredaran narkotika, khususnya melalui jalur udara,” tegasnya.

Ia juga menilai pengungkapan ini menjadi sinyal adanya pola jaringan narkoba yang masih aktif dan harus terus diwaspadai, terutama di pintu-pintu transportasi strategis seperti bandara.