POLEZ.ID – Oknum petugas di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), diduga terlibat dalam aktivitas perambahan hutan secara liar di kawasan Kerumunan, Indragiri Hulu (Inhu), Riau.
Nama ‘Zul’, oknum Polhut terendus saat Polez.id mewawancarai Prio, salah satu pengelola hasil kayu olahan hutan di Desa Pekan Heran, Kecamatan Rengat Barat, Selasa (31/3/2026).
Keterlibatan Zul diduga sebagai informan pembalak. Pasalnya, apabila akan digelar razia pihak pembalak liar untuk tidak beraktivitas. ” Pak Zul saja tak pernah melarang kami, justru beliau memberitahu jika akan razia,” kata Prio saat ditemui di Bangsal bayu miliknya.
Prio kemudian mengaku, pemain ilegal logging bukan dia sendiri, katanya, oknum TNI pun ada yang bermain.
Lelaki 51 tahun ini terkesan takut membocorkan identitas asli oknum Polhut itu, maka tidak secara jelas menyebut nama lengkap Zul didapat. Alhasil, Polez.id mencoba menggali kebenaran informasi tersebut bersamaan oknum aparat yang juga bermain ilegal logging.
Usai mengkonfirmasi Prio, hari itu juga penelusuran sumber bangsal lain terus dilakukan hingga sampai ke Desa Redang, Kecamatan Rengat Barat Inhu.
Di sana, seorang warga berinisial AM ditemui dan mengaku bahwa pihaknya tidak bekerja sendiri atau disebut support.
“Dalam sepekan sekitar 30 kubik kayu keluar dari hutan Kerumutan,” terang lelaki paruh baya yang akrab disapa ‘Amat Beken’ tersebut.
Terpisah, Zulkifli selaku Kepala Resort BBKSDA belum berhasil dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp 08126834 xxxx untuk mengetahui secara pasti keterlibatan beliau atau ada nama Zul lain dalam perambahan hutan Kerumutan yang sudah diporak-porandakan oleh tangan pelaku yang tidak bertanggung jawab.
Untuk diketahui, ada tiga titik ditemukan olahan kayu ilegal logging yang sudah dibentuk menjadi kepingan bahan kayu siap edar dari hasil penelusuran. Kalau tidak ada tindakan tegas aparat penegak hukum (APH), nasib marga satwa terancam akibat kawasan hutan bakal gundul. (Nanda)

