Search

12 Maret 2026

|

Ekonomi & Bisnis

Beban Bertambah, Daya Saing Terancam: GAPKI Soroti Risiko Pajak Air Permukaan Sawit

Polez.id – Rencana pengenaan Pajak Air Permukaan (PAP) sebesar Rp1.700 per pohon kembali menuai kritik tajam dari pelaku industri kelapa sawit. Kali ini, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi menjadi pukulan baru bagi industri sawit nasional yang saat ini sudah menanggung berlapis pajak dan pungutan.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menuturkan, industri sawit kini berada dalam tekanan fiskal yang tidak ringan. Di tingkat daerah, perusahaan menghadapi beragam retribusi, sementara di level pusat terdapat berbagai jenis pajak, pungutan ekspor, hingga kebijakan Dana Hasil Ekspor (DHE) yang mewajibkan 50 persen devisa ekspor ditahan selama satu tahun.

“Beban industri sawit saat ini sudah sangat besar. Kalau masih ditambah Pajak Air Permukaan Rp1.700 per pohon, itu artinya muncul beban baru yang semakin memberatkan,” ujar Eddy.

Menurutnya, akumulasi beban tersebut akan mendorong naiknya biaya produksi, sehingga harga sawit Indonesia menjadi semakin mahal. Kondisi ini dikhawatirkan menggerus daya saing sawit nasional di pasar internasional, terutama di tengah ketatnya persaingan dengan negara produsen lain.

“Jika biaya terus bertambah, sawit Indonesia akan semakin sulit bersaing karena harganya tidak lagi kompetitif,” jelasnya.

Eddy juga menekankan bahwa dampak kebijakan ini tidak hanya dirasakan oleh pelaku industri, tetapi akan merambat hingga ke tingkat paling bawah, yakni petani. Tekanan biaya di sektor hulu dan hilir berpotensi menekan harga Crude Palm Oil (CPO), yang pada akhirnya berujung pada penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani.

“Yang sering luput disadari, tekanan ini akan menurunkan harga CPO. Ujungnya, petani sawit yang paling merasakan dampaknya karena harga TBS ikut tertekan,” tegasnya.

GAPKI pun mendorong agar rencana penerapan PAP dikaji ulang secara menyeluruh. Menurut Eddy, kebijakan di sektor strategis seperti kelapa sawit seharusnya dirancang untuk menjaga keberlanjutan industri dan kesejahteraan petani, bukan menambah tekanan di tengah tantangan global yang kian kompleks.

umkm-scaled-1
umkm-scaled-1

Ekonomi & Bisnis

Ekonomi & Bisnis

2 bulan ago

Oplus_131072
Oplus_131072

Hukum & Kriminal

Hukum & Kriminal

1 minggu ago