POLEZ.ID – Petani kelapa sawit yang tinggal di pelosok desa mengeluh soal ongkos angkutan tandan buah segar (TBS) yang naik mencapai 310,00 per kilogram dari sebelumnya 270,00 per kilogram, Minggu (12/4/2026).
Perubahan upah gendong ini terjadi di Desa Alim, Kecamatan Batang Cenaku, Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Rata-rata para pekebun mulai mengeluhkan harga diatas karena dipengaruhi susahnya mencari bahan bakar minyak (BBM) jenis solar misalnya.
“Mau tak mau bayar ongkos mobil pengantar sawit ke pengepul maupun ke pabrik yang ditetapkan sopir karena BBM sulit. Emang sih, biasa minyak gampang dijumpai di pedagang eceran namun kini tidak ada terlihat,” kata Safwan, salah satu pengguna jasa angkutan kepada Polez.id
Sementara itu, Akbar Afriansyah sebagai sopir mobil pengangkut TBS mengakui bahwa pihaknya menaikkan harga upah gendong sawit karena sulit mendapatkan BBM jenis solar.
“Untuk mendapatkan 50 liter saja harus mengantri berjam-jam di SPBU, itupun kalau dapat. Pernah beberapa kali gak kebagian terpaksa pulang kosong,” ujarnya.
Dengan kondisi ini, alternatif satu-satunya terpaksa mengisi di stasiun pengisian milik pengecer meskipun dibanderol tergolong cukup mahal.
“Petani mengeluh, kami sopir juga demikian. Sebenarnya tak tega tapi gimna lagi, memang minyak itu susah sekarang. Kami berharap pemerintah segera mengatasi persolan ini,” kata dia.
Persoalan kenaikan ongkos mobil dengan kelangkaan BBM juga menjadi diskusi hangat di kalangan grup Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) Indragiri Hulu (Inhu), malam ini.
Terpantau, anggota grup WhatsApp SAMADE menginformasi bahwa akan ada kenaikan upah gendong sawit mencapai 310,00 per kilogram dengan alasan minyak mahal dan susah didapat.
Dari percakapan itu, mereka sebenarnya tidak terlalu mempersoalkan ongkos mobil dengan kondisi harga sawit terbilang moncer saat ini.
Namun, mereka lebih dominan saling memberi informasi bahwa di SPBU Rengat misalnya, minyak melimpah. Begitu juga di SPBU Bongkal Malang, Kecamatan Kelayang stok solar masih aman.
Untuk memastikan tentang informasi ini, pihak manager SPBU Rengat dan Bongkal Malang belum berhasil dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan.
Sementara itu, soal ketetapan harga sawit mitra swadaya periode 8-14 April 2026 naik menjadi Rp4.007,05/kg. Jika dibandingkan dengan Minggu lalu, harga sawit mitra swadaya di Riau naik sebesar Rp 39,23/Kg atau mencapai 0,99%.
Defris Hatmaja selaku Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, mengatakan bahwa kenaikan harga ini berkat naiknya harga CPO dan kernel.
“Harga penjualan CPO minggu ini naik sebesar Rp 271,48/kg. Begitu juga dengan kernel minggu ini naik sebesar Rp306,32/kg dari minggu lalu,” jelasnya.
“Dengan kenaikan itu maka harga CPO dipatok menjadi Rp16.002,48/kg. Sedangkan untuk harga kernel dibeli Rp15.838,68/kg,” ungkap dia lagi. (Nanda)

