Search

12 Maret 2026

|

Lingkungan

Harimau Sumatera Muncul di Siak, BBKSDA Pastikan Masih di Habitat Alaminya

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

Polez.id – Kemunculan harimau Sumatera yang terekam dalam sebuah video dan sempat viral di media sosial akhirnya terjawab. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memastikan, satwa dilindungi tersebut bukanlah penyusup ke wilayah manusia, melainkan sedang beraktivitas normal di habitat aslinya, kawasan Taman Nasional (TN) Zamrud, Kabupaten Siak.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menjelaskan hasil identifikasi menunjukkan harimau dalam video tersebut merupakan harimau Sumatera jantan dewasa (Panthera tigris sumatrae). Lokasi kemunculannya berada di akses jalan milik PT Bumi Siak Pusako (BSP), area terbatas yang masuk dalam kawasan konservasi TN Zamrud.

“Harimau itu muncul di dalam kawasan konservasi. Jadi tidak benar jika disebut keluar habitat atau masuk permukiman. Ia hanya sedang melintasi wilayah jelajah alaminya,” kata Supartono dalam keterangan tertulis, Jumat (16/1/2026).

Menurutnya, TN Zamrud merupakan bagian dari home range harimau Sumatera yang termasuk dalam kantong habitat Semenanjung Kampar. Karena itu, keberadaan sang raja rimba di wilayah tersebut merupakan hal yang wajar dan justru menandakan ekosistem hutan di Siak masih berfungsi dengan baik.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (14/1) pagi. Dua pekerja PT BSP, Khaidir dan Dedi, tanpa sengaja berpapasan dengan harimau tersebut di jalan depan Water Injection Plant (WIP), sekitar 1,3 kilometer dari Pos BBKSDA di Desa Dayun. Momen langka itu direkam dan kemudian menyebar luas di media sosial.

Menindaklanjuti video tersebut, tim BBKSDA Riau segera melakukan pengecekan lapangan. Hasilnya, petugas menemukan jejak tapak kaki harimau sepanjang sekitar 12 sentimeter di dua titik berbeda. Dari temuan tersebut, diperkirakan harimau itu telah melintas sejauh 1,8 kilometer di kawasan yang masih tergolong habitat aktif.

Meski demikian, Supartono mengingatkan masyarakat dan para pekerja di sekitar kawasan agar tetap waspada dan tidak sembarangan merekam atau menyebarkan video keberadaan satwa liar. Penyebaran konten semacam itu dinilai berpotensi menimbulkan kepanikan, bahkan bisa membahayakan keselamatan manusia maupun harimau itu sendiri.

“Kami mengimbau agar dokumentasi seperti ini tidak disebarluaskan. Selain bisa memicu keresahan, juga berisiko terhadap keselamatan satwa yang dilindungi,” ujarnya.

BBKSDA Riau menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan patroli di kawasan TN Zamrud guna memastikan keamanan bersama serta menjaga kelestarian harimau Sumatera yang populasinya kian terbatas.

IMG-20260211-WA0064
IMG-20260211-WA0064

Ekonomi & Bisnis

Ekonomi & Bisnis

4 minggu ago

IMG-20260115-WA0013
IMG-20260115-WA0013

Hukum & Kriminal

Hukum & Kriminal

2 bulan ago