POLEZ.ID – Kabupaten Bengkalis kembali menjadi sorotan setelah mendominasi sebaran titik panas (hotspot) di Provinsi Riau. Meski hujan masih mengguyur sebagian besar wilayah, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap perlu diwaspadai.
Berdasarkan data BMKG Pekanbaru hingga Minggu (5/4/2026) pukul 23.00 WIB, tercatat sebanyak 182 hotspot di Riau dari total 244 titik panas di Pulau Sumatera. Seluruh titik panas di Riau tersebut terdeteksi berada di Kabupaten Bengkalis.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan tingginya jumlah hotspot di Bengkalis menunjukkan wilayah tersebut masih rawan karhutla, terutama di kawasan pesisir.
“Seluruh hotspot di Riau terpantau berada di Bengkalis, sehingga perlu menjadi perhatian serius,” ujarnya.
Di sisi lain, kondisi cuaca di Riau masih didominasi hujan. Pada pagi hari, hujan ringan hingga sedang telah terjadi di sejumlah wilayah seperti Kepulauan Meranti, Bengkalis, Kuantan Singingi, Pelalawan, Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir hingga Kota Pekanbaru.
Memasuki siang hingga sore hari, hujan diprakirakan masih berlanjut dan berpotensi terjadi di hampir sebagian besar wilayah Riau.
Sementara itu, pada malam hingga dini hari, hujan masih berpotensi terjadi di wilayah Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Rokan Hilir.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, khususnya pada sore hingga malam hari.
“Suhu udara di Riau berkisar antara 22 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55 hingga 100 persen,” jelas Ranti.
Angin bertiup dari arah utara hingga timur dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam, sementara tinggi gelombang laut berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau tergolong rendah.
BMKG mengingatkan bahwa meskipun hujan masih terjadi, tingginya jumlah hotspot di Bengkalis tetap menjadi indikator adanya potensi kebakaran. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api.
Pemantauan hotspot dilakukan secara intensif menggunakan satelit untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini dan mencegah meluasnya karhutla.

