Search

12 Maret 2026

|

Hukum & Kriminal

Kapolda Riau Ajak 1.000 Pelajar Jadi Generasi Peduli Lingkungan dan Kepercayaan Sosial

Polez.id – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa masa depan lingkungan, kehidupan sosial, dan keberlanjutan Provinsi Riau sangat ditentukan oleh kepedulian serta tanggung jawab generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Kapolda saat memberikan orasi pada kegiatan Youth Green Policing Eco Academy (YGPEA) 2026 yang diikuti sekitar 1.000 siswa se-Provinsi Riau di GOR Tri Buana, Pekanbaru, Kamis (15/1/2026).

Selain Kapolda Riau, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai orator, di antaranya Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung, Guru Besar Filsafat Sosial Universitas Negeri Jakarta Robet, serta aktivis lingkungan Sherly Annavita.

Dalam orasinya, Irjen Herry menyampaikan bahwa perubahan besar dalam sejarah kerap dimulai dari anak muda yang berani bersikap dan tidak memilih diam. Menurutnya, kepemimpinan tidak selalu lahir dari jabatan atau kekuasaan, melainkan dari keberanian untuk bertindak.

“Kalian tidak harus menjadi pejabat atau tokoh terkenal untuk memberi dampak. Cukup menjadi generasi yang peduli, berani, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia mencontohkan berbagai tindakan sederhana yang memiliki dampak besar, seperti membuang sampah pada tempatnya untuk menjaga sungai, tidak menyebarkan hoaks demi merawat kedamaian sosial, serta berani melaporkan perusakan lingkungan.

Menurut lulusan Akademi Kepolisian 1996 itu, kepemimpinan sejati justru tumbuh dari pilihan-pilihan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Kapolda Riau juga menyoroti bahwa generasi muda saat ini hidup di tengah tiga krisis besar, yakni krisis iklim, krisis kepercayaan, dan krisis kepedulian. Krisis iklim, kata dia, sudah nyata dirasakan melalui banjir yang semakin sering, musim kemarau yang panjang, serta kabut asap yang pernah melanda Riau.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa arah krisis tersebut sangat ditentukan oleh pilihan manusia, apakah memilih merawat atau merusak alam.

“Hutan ini bukan warisan dari leluhur, tetapi titipan dari anak cucu kita. Cara kita memperlakukan alam hari ini akan menentukan kualitas hidup generasi berikutnya,” tegasnya.

Di bidang sosial, Irjen Herry mengingatkan tentang krisis kepercayaan yang ditandai dengan maraknya hoaks dan ujaran kebencian. Ia menekankan pentingnya etika digital, verifikasi informasi, serta kejujuran sebagai dasar membangun kembali kepercayaan publik.

“Setiap kali kalian memilih jujur, memverifikasi informasi sebelum membagikannya, dan mendengar sebelum menghakimi, kalian sedang membangun kembali kepercayaan sosial,” ucapnya.

Ia juga menilai krisis kepedulian sebagai tantangan paling berbahaya. Menurutnya, dunia bukan runtuh karena banyaknya orang jahat, melainkan karena terlalu banyak orang baik yang memilih diam.

Karena itu, Kapolda mengajak generasi muda untuk menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan, jujur dalam bersikap, dan berani bertindak di tengah berbagai krisis.

“Kalian tidak harus mengubah dunia dalam satu hari. Lakukan bagian kalian dengan konsisten dan berintegritas. Itu sudah cukup untuk mengubah arah masa depan Riau,” tuturnya.

Mengakhiri orasi, Kapolda Riau menegaskan bahwa masa depan dibangun dari pilihan-pilihan kecil yang dibuat setiap hari, mulai dari menjaga alam, bersikap jujur, hingga peduli terhadap sesama.

“Kalian bukan hanya membangun masa depan diri sendiri, tetapi juga masa depan Riau dan Indonesia,” pungkasnya.

cache1138x450_GAMBAR_UTAMA_WEB_20260114_124942_0000
cache1138x450_GAMBAR_UTAMA_WEB_20260114_124942_0000

Daerah

Daerah

2 bulan ago

IMG-20260221-WA0056
IMG-20260221-WA0056

Nasional

Nasional

2 minggu ago