POLEZ.ID – Kedatangan Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, di Rumah Tahanan Negara Kelas I Pekanbaru atau Rutan Sialang Bungkuk, Rabu (11/3/2026), berlangsung penuh perhatian. Ratusan simpatisan dan keluarga telah memadati area sekitar rutan sejak pagi untuk menunggu kedatangan tersangka kasus dugaan gratifikasi dan suap yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.
Mobil tahanan yang membawa Abdul Wahid tiba dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, personel Brimob, serta tim jaksa KPK. Petugas terlihat memperketat penjagaan di sepanjang akses masuk rutan guna mengantisipasi kerumunan massa yang terus bertambah.
Suasana mendadak riuh ketika kendaraan tahanan memasuki gerbang. Tabuhan kompang menggema dari kelompok simpatisan yang berdiri di sisi jalan. Irama tabuhan tradisional itu menjadi bentuk dukungan moral bagi mantan orang nomor satu di Provinsi Riau tersebut.
Abdul Wahid turun dari mobil tahanan dengan mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK. Ia tampak tenang meski berada dalam pengawalan ketat. Sesaat sebelum masuk ke dalam kompleks rutan, ia sempat melambaikan tangan dan tersenyum ke arah kerumunan pendukung yang terus meneriakkan namanya.
Petugas rutan bersama aparat kepolisian langsung membentuk barikade di pintu masuk untuk memastikan situasi tetap kondusif. Simpatisan hanya diperbolehkan berada di luar pagar rutan demi menjaga keamanan.
Pemindahan penahanan Abdul Wahid ke Pekanbaru dilakukan KPK untuk kepentingan proses hukum lanjutan. Ia akan menjalani persidangan perkara dugaan gratifikasi dan suap di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru dalam waktu dekat.

