POLEZ.ID – Pemerintah daerah Kuantan Sengingi (Kuansing), Riau, sama sekali tidak memiliki marka jalan berupa Zona Selamat Sekolah (ZoSS), padahal keberadaan ZoSS sangat penting bagi keselamatan siswa ketika menyeberang jalan.
“Sangat khawatir dengan tidak adanya marka ZoSS ini, di sekolah anak saya. Mengingat sekolah anak saya berada tepat jalan Ade Irma Suryani, SDN 019 Sungai Jering,” kata Weni salah satu orang tua siswa kepada Polez.id, Kamis (09/4/2026).
Menurutnya, marka ZoSS sangat penting untuk siswa-siswi menyeberang baik mau ke sekolah maupun pulang sekolah, serta dapat memberitahu pengguna jalan untuk pelan-pelan dalam berkendara.
Pada tahun 2025 misalnya, pernah seorang siswi menjadi korban saat pulang sekolah. Untung, nasib naas yang dialami siswi tersebut hanya cedera ringan akibat tersenggol sepeda motor.
“Kami makin was-was pak, ditambah lagi jika telat jemput anak sekolah tingkat kekhawatiran makin tinggi,” cemasnya.
Biasanya setiap Senin anak mau sekolah, lanjutnya, dua anggota polisi terpantau standay dipinggir jalan mungkin memberi sinyal kepada pengendara agar mengurangi kecepatan saat melintas di depan sekolah itu, akan tetapi dalam tahun 2026 kehadiran mereka sudah tidak kelihatan lagi.
Sementara itu, Hendri Wahyudi selaku Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kuansing saat dikonfirmasi membenarkan belum ada satupun titik ZoSS dibangun. Beliau akan mempertimbangkan persoalan ini agar setiap sekolah memiliki marka jalan khusunya di SDN 019 Sungai Jering.
“Untuk SDN 019 Sungai Jering, saya akan diskusi internal dulu. Sementara waktu biar nanti anggota Dishub ada yang standy membantu pihak sekolah,” pungkasnya.
Sebelumnya, Muhammad Ali, selaku Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 019 Sungai Jering ketika dikonfirmasi menyampaikan harapan yang sama. Zona selamat sekolah (ZOSS) diperlukan untuk keselamatan bersama di lingkungan sekolah tersebut.
“Kami butuh ZoSS, mungkin bukan kami saja pihak sekolah lainnya juga demikian. Rawan memang, depan sekolah kami ini langsung ke jalan,” ungkap dia.

