Polez.id – Komitmen mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang ramah lingkungan terus ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru. Terbaru, Lapas Pekanbaru menjalin sinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru dalam pengelolaan sampah terpadu yang akan diolah menjadi pupuk organik, Selasa (03/02).
Kolaborasi ini ditandai dengan pertemuan strategis kedua pihak untuk merancang program kerja sama berkelanjutan. Fokus utama program meliputi penyuluhan pengelolaan sampah serta pelatihan teknis pengolahan sampah organik menjadi pupuk, yang nantinya dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian di dalam Lapas.
Upaya ini sekaligus mengubah paradigma lama tentang sampah, dari sekadar limbah menjadi sumber daya bernilai guna, baik dari sisi lingkungan maupun edukasi bagi warga binaan.
Mewakili Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Madya, Rima Septisia, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Lapas Pekanbaru. Menurutnya, pengelolaan sampah di kawasan publik seperti Lapas merupakan langkah konkret dalam menjaga keseimbangan ekosistem kota.
“Kami sangat mendukung program ini sebagai bagian dari upaya menciptakan Kota Pekanbaru yang lebih bersih dan sehat, khususnya di lingkungan Lapas. Melalui edukasi dan pelatihan teknis, kami berharap sampah tidak lagi menjadi masalah, melainkan potensi ekonomi dan sarana pembelajaran bagi warga binaan,” ujar Rima.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan DLHK Kota Pekanbaru. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian penting dari pembinaan kemandirian dan reintegrasi sosial warga binaan.
“Kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi warga binaan sebagai bekal keterampilan baru. Dengan mengolah sampah menjadi pupuk organik, mereka tidak hanya belajar mencintai lingkungan, tetapi juga memiliki modal produktif yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke masyarakat,” ungkap Yuniarto.
Sebagai tindak lanjut, pelaksanaan program akan dilakukan secara kolaboratif. Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) bertanggung jawab dalam koordinasi produksi dan pelatihan teknis, sementara Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) memastikan keterlibatan aktif warga binaan berjalan sesuai dengan tahapan pembinaan.
Melalui program ini, Lapas Pekanbaru diharapkan mampu mandiri dalam pengelolaan limbah domestik sekaligus menjadi contoh bagi unit pelaksana teknis pemasyarakatan lainnya dalam penerapan konsep pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

