Search

7 April 2026

|

Internasional

M.Nuh: Jangan Sampai Perang Ganggu Ibadah Haji 2026, Kaukus Parlemen Dideklarasikan

Jakarta, Kekhawatiran terhadap dampak konflik global terhadap pelaksanaan ibadah haji 2026 mulai disuarakan oleh sejumlah anggota parlemen Indonesia. Dalam deklarasi Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia (World Peace Parliamentary Caucus/WPPC) di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026), para anggota DPR dan DPD RI menegaskan pentingnya menjaga stabilitas kawasan, khususnya di Timur Tengah.

Salah satu penggagas, KH Muhammad Nuh, menekankan agar konflik yang tengah berlangsung terutama ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel tidak sampai mengganggu persiapan maupun pelaksanaan ibadah haji jamaah Indonesia.

Ia menyampaikan bahwa isu ini menjadi salah satu dari sepuluh tuntutan utama WPPC, yakni mendorong deeskalasi konflik demi menjamin keamanan para jamaah yang akan berangkat dalam waktu dekat.

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah tokoh parlemen turut hadir, antara lain Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Mardani Ali Sera, Saleh P. Daulay, Sofwan Dedy, dan Eva Monalisa.

Meski pemerintah melalui otoritas terkait di Arab Saudi telah memberikan jaminan bahwa pelaksanaan haji tetap aman, WPPC tetap mengambil langkah proaktif. Mereka berencana menyambangi kedutaan besar negara-negara yang terlibat konflik untuk mendorong gencatan senjata secara total dan tanpa syarat.

Menurut KH Muhammad Nuh, dampak konflik global sudah mulai dirasakan, mulai dari potensi kenaikan harga BBM hingga keresahan masyarakat, termasuk calon jamaah haji. Oleh karena itu, upaya meredam konflik dinilai penting agar aktivitas keagamaan tahunan umat Islam tidak terganggu.

Tak hanya fokus pada konflik internasional, WPPC juga menyoroti pentingnya menjaga perdamaian di dalam negeri. Beberapa isu seperti dinamika di Papua turut menjadi perhatian, sebagai bagian dari komitmen mendorong stabilitas dan kedamaian secara menyeluruh.

“Kita ingin perdamaian tidak hanya di tingkat global, tetapi juga di dalam negeri, sehingga kehidupan masyarakat bisa berjalan aman dan harmonis,” tutup KH Muhammad Nuh.