Search

12 Maret 2026

|

Ekonomi & Bisnis

Pantauan Harga Sembako Inhu – Kuansing Naik Jelang Puasa, Minyakita?

POLEZ – Beberapa harga sembako di pasar wilayah Indragiri Hulu (Inhu), dan Kuantan Sengingi (Kuansing), Riau, mengalami kenaikan. Di Indragiri Hulu (Inhu) misalnya, terdapat kenaikan harga pada komoditi gula pasir Rp 19.000/kg, daging ayam karkas Rp 43.000/kg, daging ayam kampung Rp 65.000/kg, cabe merah keriting Rp 48.000/kg, cabe rawit merah Rp 90.000/kg, ikan nila Rp 45.000/kg, udang laut basah sedang Rp 95.000/kg, tomat Rp 24.000/kg, dan kacang panjang Rp 12.000/kg.

“Kenaikan harga gula pasir, cabe merah, cabe rawit, sayur tomat dan kacang panjang karena penggunaan pasokan (harga baru) dari sebelumnya dan disertai kenaikan harga ditingkat agen,” terang Tukiyat selaku Kadisperindag pada Rabu (18/2/2026).

“Untuk kenaikan harga daging ayam karkas, daging ayam kampung, ikan nila, dan udang basah disebabkan oleh meningkatnya permintaan konsumen sehingga berpengaruh pada kenaikan harga dari pemasok,” bebernya.

Kendati demikian, lanjutnya, harga minyak goreng merk Minyakkita di Inhu masih stabil tidak mengalami kenaikan harga. Per-tanggal 13 hingga 18 Februari 2026 masih dibandrol Rp 15,700/liter.

Hal harga minyakkita ini berbeda di Kuantan Sengingi (Kuansing). Di mana, pasaran di ‘Kota Jalur’ harga minyak goreng ini mencapai Rp 17.500/liter atau jauh dari ketetapan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Kemudian, disusul cabai rawit merah Rp 100.00/kg, cabai merah keriting Rp 60.000/kg, cabai rawit hijau Rp 60.000/kg.

Selain itu, harga gula pasir premium curah Rp18.000 per kg, gula pasir premium Rp18.700 per kg, minyak goreng curah Rp17.100 per liter, minyak goreng premium Rp 23.000 per liter, daging ayam ras naik jadi Rp 38.000 per kg, telur ayam ras Rp 32.000 per kg, dan daging sapi naik menjadi Rp150.000 per kg, ini hasil pencatatan yang dilakukan Dinas Kopdagrin Kuansing.

“Iya, ada beberapa komoditi sembako yang naik. Seperti cabe rawit merah, cabe rawit hijau dan daging sapi,” ungkap Kadis Kopdagrin Kuansing, Drs Masnur MM kepada awak media.

Kemendag Jelaskan Faktor yang Menekan Pasokan Minyak Goreng (Minyakkita)

Dilansir dari Bisnis.com, Rabu (18/2/2026), Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengakui tingginya harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) menjadi salah satu faktor yang menekan rantai pasok minyak goreng, termasuk Minyakita.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan harga CPO saat ini berada pada level yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kondisi tiga tahun lalu saat kebijakan harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan.

Meski pada tahun lalu harga CPO sempat mengalami penurunan sekitar 15%–16%, secara rata-rata harga CPO kini tercatat mencapai Rp14.035 per kilogram, melampaui harga distribusi dari produsen ke distributor tingkat pertama (D1) yang berada di kisaran Rp13.500 per kilogram.

“Sekarang harga CPO Untuk bahan baku minyak itu kemarin ya di Palembang itu Rp14.035, CPO-nya,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta.

Untuk itu, pemerintah akan memperbanyak minyak goreng second brand sebagai pendamping Minyakita agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan produk dengan harga terjangkau. Namun demikian, Budi memastikan harga CPO tidak memengaruhi harga Minyakita di tingkat produsen.

Dia memastikan, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan para produsen agar harga jual Minyakita dari produsen ke D1 tetap sesuai HET. “Kami terus koordinasi dengan mereka [produsen], karena kan dia penjualannya harus tetap sesuai HET,” ujarnya.

Budi menuturkan saat ini harga rata-rata Minyakita berada di level Rp16.020 per liter atau masih melampaui harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut terjadi karena proses pemenuhan pasokan masih berjalan di tingkat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan. Adapun saat ini, realisasi penyaluran Minyakita dari produsen ke BUMN telah mendekati 30% dari target minimal 35%.

Meski pasokan mulai tersedia, distribusi ke seluruh wilayah Indonesia membutuhkan waktu, sehingga harga di tingkat konsumen belum sepenuhnya kembali ke HET.

“Nah cuman kan mereka juga harus mendistribusikan, mendistribusikan ke seluruh nusantara mungkin juga butuh waktu,” terangnya.

Sebelumnya, Kemendag mencatat adanya kenaikan Harga Referensi (HR) untuk komoditas minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) menjelang perayaan Hari Raya Imlek serta Ramadan 2026.

images
images

Ekonomi & Bisnis

Ekonomi & Bisnis

2 bulan ago