Search

12 Maret 2026

|

Nasional

Petani Sawit Sumatera Sepakat akan Kepung Istana Negara

Oplus_131072

PEKANBARU, Polez.id – Ditaksir mencapai ribuan petani kelapa sawit swadaya maupun kemitraan di Sumatera akan menggeruduk Istana Negara sebagai bentuk perjuangan agar kebun kelapa sawit yang ditetapkan pemerintah masuk kawasan hutan tidak dieksekusi atau dikelola pihak KSO.

Wahida Burhanuddin Upah, S.H sebagai Ketua Dewan Pimpinan Nasional Koalisi Nasional Reforma Agraria (DPN-KNARA) bersama beberapa aktivitas lainnya sangat lantang memperjuangkan kondisi nasib ekonomi petani saat ini.

Gaungan ini mencuat dari Riau tepatnya, petani yang diklaim pemerintah berada pada Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Desa Lubuk Kembang Bungo, Toro Jaya, pada pertemuan beberapa hari lalu, Senin (2/2/2026).

Dia menyebut berapa pedihnya harus meninggalkan kampung halaman yang sudah bertungkus lumus membangun tempat tinggal yang layak.

Selanjutnya, dari kondisi jalan setapak menjadi lebar, tidak ada sekolah jadi ada, tidak ada pasar menjadi ada pasar, hingga tempat ibadah telah berdiri kokoh.

“Kita berjuang hidup dan mati di Bumi Indonesia. Kita tidak tinggal diatas tanah Belanda, Jepang, namun tinggal diatas Tanah Air sendiri,” ujarnya dalam pertemuan itu.

Ia menjelaskan, bahwa merujuk pada Undang-undang pokok Agraria secara jelas dalam Pasal 6 bahwa tanah memiliki fungsi sosial. Penafsiran ini menunjukkan bahwa siapapun itu berhak diatasnya.

Selain itu, Pasal 33 UUD 1945 bahwa bumi air dan seluruh yang berada di dalamnya dikuasai negara akan tetapi penguasaan tersebut sepenuh-penuhnya peruntukkannya untuk kemakmuran rakyat.

“Bukan untuk kemakmuran korporasi A, B atau pemilik Konsesi A, Konsesi B, Konsesi C, kita hanya menguasai secuil tanah untuk sesuap nasi,” tegasnya.

Dalam kanal postingan Tiktok, mereka sepakat aksi akan dimulai pada tanggal 5 Februari 2026 menuju Jambi. Di sana petani yang berkonflik dengan izin Konsesi, HTI, dan HGU nanti bersatu bersama-sama ke Jakarta.

Pada video yang berdurasi 5 menit 56 detik itu, rundown selanjutnya 10 sempai 11 Februari menyebrangi pelabuhan Bangkauheni Lampung.

Pada kesempatan itu, yel-yel ‘tanah untuk rakyat, sekarang juga,’ menggema sebagai bentuk semangat petani dalam memperjuangkan haknya.

 

IMG-20260206-WA0034
IMG-20260206-WA0034

Hukum & Kriminal

Hukum & Kriminal

1 bulan ago