Search

12 Maret 2026

|

Lingkungan

Petugas Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran 10 Hektare Lahan Gambut di Rupat

POLEZ.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Sukarjo Mesim pada Rabu (11/2/2026), menghanguskan sekitar 10 hektare lahan di Jalan Parit Jawa, Dusun Sungai Mesim 2.

Api dengan cepat melahap area yang didominasi semak belukar dan perkebunan sawit di atas tanah gambut kering. Kondisi tersebut memicu respons cepat dari aparat keamanan dan instansi terkait untuk melakukan penanganan di lokasi.

Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, mengatakan tim gabungan langsung diterjunkan begitu laporan diterima.

“Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Rupat, Koramil 04 Rupat, BPBD, tim RPK PT SRL, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) langsung terjun ke lokasi untuk menjinakkan api,” ujar Fahrian, Senin (16/2/2026).

Menurut Fahrian, proses pemadaman dan pendinginan terus dilakukan guna memastikan api tidak meluas ke area permukiman maupun perkebunan produktif di sekitarnya.

Ia menjelaskan, karakteristik tanah gambut menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan. Tanah gambut mampu menyimpan panas di bawah permukaan, sehingga api kerap muncul kembali meski bagian atasnya telah dipadamkan.

“Karakteristik tanah gambut yang menyimpan panas di bawah permukaan, ditambah cuaca ekstrem dan angin kencang yang kerap berubah arah, menjadi tantangan berat bagi para petugas,” jelasnya.

43 Hotspot Terpantau Satelit

Berdasarkan pemantauan melalui Dashboard Lancang Kuning (DLK), terdeteksi sebanyak 43 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi di kawasan tersebut. Data ini bersumber dari satelit SNPP NASA dan menunjukkan seluruh titik api terkonsentrasi dalam satu hamparan luas.

Kondisi itu menuntut strategi penanganan yang terintegrasi dan intensif.

“Sebagian lokasi sudah berhasil kami padamkan, namun tim masih mendapati kemunculan api baru di area yang baru saja terbakar,” ungkap Fahrian.

Upaya lokalisir terus dilakukan agar api benar-benar padam hingga ke lapisan terdalam dan tidak memicu kebakaran susulan. Namun, tim gabungan menghadapi kendala minimnya sumber air di sekitar lokasi karena tidak adanya kanal atau embung permanen.

Untuk sementara, pasokan air mengandalkan kanal milik PT SRL yang lokasinya cukup jauh dari titik api. Petugas harus menyambung puluhan rol selang untuk menjangkau pusat kebakaran.

Sebagai langkah antisipatif, satu unit alat berat telah dikerahkan untuk membuat sekat api dan embung darurat sebagai penampungan air. Penggunaan mesin mini strike dari BPBD dan pihak swasta juga terus dioptimalkan guna menjaga stabilitas distribusi air, meski personel harus bekerja ekstra di tengah cuaca terik.

Hingga kini, Polsek Rupat masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran serta mengidentifikasi pemilik lahan yang terbakar.

“Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran dan mengidentifikasi pemilik lahan tersebut,” tegas Fahrian.

Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah tersebut dinilai sangat berisiko memicu bencana kabut asap yang berdampak luas terhadap kesehatan dan lingkungan.

IMG-20260303-WA0031
IMG-20260303-WA0031

Ekonomi & Bisnis

Ekonomi & Bisnis

1 minggu ago