Search

12 Maret 2026

|

Ekonomi & Bisnis

Sempat Tertekan, Harga CPO Ditaksir Kembali Menjulang

Jakarta, Polez.id – Pergerakan pasar minyak nabati kembali menguat. Pelaku pasar menilai perubahan kali ini memperkuat optimisme bahwa tekanan harga dalam beberapa sesi terakhir mulai reda.

Harga minya sawit mentah (CPO) misalnya, di Bursa Malaysia pada 14 Januari 2026 perdagangan menujulang setelah sempat tertekan. Pemulihan harga ini dipicu sentime pasar global terutama dorongan kenikan harga minyak nabati pesaing.

Faktor lain, munculnya indikasi penguatan permintaan ekspor dari negara konsumen utama. Di lansir Agricom.id, kanal bursa Malaysia Derivatives Exchange bahwa kontrak acuan CPO untuk pengiriman Maret 2025 tercatat menguat RM43 per ton atau sekitar 1,06% dan diperdagangkan di level RM4.107 per ton.

Dari sisi fundamental, prospek ekspor turut memberikan dukungan. Lembaga survei kargo memperkirakan pengapalan produk sawit Malaysia sepanjang 1-10 Januari meningkat signifikan.

“Ada sekitar 17,7% hingga 29,2% dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya,” rinciannya.

Data lanjutan untuk periode 1-15 Januari dijadwalkan akan dirilis pada Kamis dan dinanti pelaku pasar sebagai penentu arah harga berikutnya.

Di pasar pesaing, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian tercatat menguat sekitar 0,15%, sementara kontrak minyak sawit di Bursa yang sama naik sekitar 0,2%. Adapun harga minyak kedelai di Chaicago Board of Trade juga bergerak lebih tinggi 0,2%.

Ini mencerminkan penguatan merata di kompleks minyak nabati global. Kombinasi anatara penguatan pasar pesaing dan membaiknya ekspektasi ekspor membuat CPO kembali mendapat ruang untuk menguat.