POLEZ – Pasca kritikan keras yang terpampang di pagar sekolah SMP Negeri 2 Batang Peranap, Indragiri Hulu (Inhu) dengan tuntutan bernarasi ‘Ganti Kepsek Otoriter, Manipulatif Pungli’ mengerucut pada tiga kesimpulan hasil rapat yang digelar di Kantor Kecamatan Batang Peranap.
Salah satu bunyi kesepakatan mediasi yang diterima Polez.id yakni, para guru akan mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisbud) Inhu pada tanggal 9 Maret 2026 untuk meminta pergantian Kepsek tersebut.
Selain itu, mereka pengajar juga sepakat aktifitas belajar mengajar kembali berjalan seperti biasa mulai besok (Kamis_Red). Sementara, di poin ketiga tanggal 9 Maret 2026 harus ada guru yang stanby di sekolah agar aktivitas belajar mengajar tetap berjalan.
Rapat tersebut dihadiri oleh Camat Batang Peranap, Ping Astono, Korwil Pendidikan Batang Peranap, Nurma Yunita, Ketua PGRI Kecamatan Batang Peranap, Irwan, Ketua Koordinator Kepsek Kecamatan Batang Peranap, Marzaini, Bhabinsa Desa Sencano Jaya, Koptu Riswan Manurung.
Peristiwa mencuat bermula aksi mogok belajar mengajar guru dan siswa/siswi SMPN 2 Batang Peranap dengan tuntutan sebagai berikut;
“Pungli Sekolah, Dana Bos Besar Sekolah Tak Layak Huni. Ganti Kepsek Otoriter, Manipulatif Pungli,” bunyi poster misterius.

