POLEZ – Harga emas dunia diprediksi melanjutkan reli hingga terbang to the moon ke level US$ 6.500 per troy ons pada akhir 2026.
Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa reli harga emas dunia diproyeksi berlanjut seiring tingginya permintaan bank-bank sentral global, terutama Bank Rakyat China (PBOC) yang terus meningkatkan cadangan emasnya.
“Ada kemungkinan kenaikan harga emas akibat langkah bank sentral China yang terus melakukan pembelian,” kata Ibrahim Assuaibi dilansir dari Investor.id, Selasa (17/2/2026).
“Cadangan devisa China pun juga meningkat cukup tajam terutama logam mulianya. Ini menunjukkan bahwa permintaan emas terus mengalami kenaikan, maka untuk harga emas mencapai level US$ 6.500 per troy ons kemungkinan akan terjadi,” bebernya.
Sementara itu, dalam sepekan ke depan, pergerakan harga emas dunia akan dipengaruhi oleh srntimen geopolitik, dinamika politik di Amerika Serikat, hingga ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Ibrahim memproyeksi harga emas dunia pekan depan berpeluang menguat di level resistance pertama US$ 5.134 per troy ons dengan harga emas batangan Antam (ANTM) di Rp Rp 3.000.000 per gram.
“Kemudian seandainya kembali naik, resistance kedua di US$ 5.245 per troy ons dan logam mulia (harga emas batangan Antam) di Rp 3.150.000 per gram,” ungkap dia.
Namun, Ibrahim juga melihat bahwa harga emas dunia masih rentan terjadi koreksi di level support pertama US$ 4.947 per troy ons.
Adapun support kedua harga emas dunia di US$ 4.818 per troy ons, dan harga emas batangan Antam (ANTM) di Rp 2.860.000 per gram

