POLEZ.ID – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) merilis kinerja sawit tahun 2025 menguat. Di mana tercatat produksi komoditi naik, dan ekspor tembus Rp 590 triliun.
Mukti Sardjono, selaku Direktur Eksekutif GAPKI mengkonfirmasi produksi Crode Palm Oil (CPO) tahun 2025 mencapai 51.660 ribu ton, lebih tinggi 7,26% dibandingkan dengan produksi pada tahun 2024 yang hanya mencapai 48.164 ribu ton.
Selain itu, produksi PKO juga naik 6,41% menjadi 4.893 ribu ton dari 4,598 ribu ton pada tahun 2024. Dengan demikian produksi CPO dan PKO 2025 mencapai 56.553 ribu ton yang lebih tinggi 7,18% dari produksi tahun 2024 sebesar 52.762 ribu ton.
“Total konsumsi dalam negeri mengalami peningkatan 3,82% dari 23.859 ribu ton di tahun 2024 menjadi 24.772 ribu ton pada tahun 2025,” kata dia.
Ia menjabarkan, bahwa peningkatan terbesar terjadi pada konsumsi biodiesel yang naik menjadi 12.704 ribu ton atau 10,97% dari tahun sebelumnya sebesar 11.447 ribu ton.
Kenaikan biodiesel ini disebabkan oleh kenaikan bauran dari 35% menjadi 40%. Konsumsi oleokimia naik dari 2.207 ribu ton menjadi 2.234 ribu ton atau naik sebesar 1,22%.
Kendati demikian, konsumsi pangan menurun menjadi 9.834 ribu ton dari 10.205 ribu ton pada tahun sebelumnya atau turun sebesar -3,64%.
Sementara itu, untuk total ekspor tahun 2025 mencapai 32.343 ribu ton, lebih tinggi 9,51% dari ekspor tahun 2024 sebesar 29.535 ribu ton. Peningkatan ekspor terbesar terjadi pada minyak sawit olahan yang naik menjadi 22.727 ribu ton dari 20.451 ribu ton pada tahun sebelumnya.
“Situasi ini diikuti oleh olahan minyak inti sawit yang naik menjadi 1.560 ribu ton dari 1.262 ribu ton, oleokimia naik menjadi 5.076 ribu ton dari 4.796 ribu ton, dan CPO yang naik menjadi 2.964 ribu ton dari 2.916 ribu ton,” bebernya.
Berdasarkan laporan negara tujuannya, katanya, peningkatan ekspor pada tahun 2025 dari tahun sebelumnya antara lain Afrika ( +991 ribu ton), China (+644 ribu ton), Malaysia (+516 ribu ton), Bangladesh ( +503 ribu ton), dan Pakistan (+214 ribu ton).
Sedangkan penurunan ekspor terjadi untuk tujuan India (-859 ribu ton), EU 27 (-97 ribu ton) dan USA (-15 ribu ton). Nilai ekspor yang dicapai pada tahun 2025 adalah US$ 35,87 miliar (sekitar Rp 590 triliun), yang lebih tinggi 29,23% dari ekspor tahun 2024 sebesar US$ 27,76 miliar (sekitar Rp 440 triliun).
Peningkatan nilai ekspor terjadi selain karena meningkatnya volume ekspor juga karena harga rata-rata cif Rotterdam tahun 2025 sebesar US$ 1.221/ton lebih tinggi dari harga rata-rata tahun 2024 sebesar US$ 1.084/ton.
Dengan produksi, konsumsi dan ekspor seperti dipaparkan di atas, stok akhir CPO dan PKO tahun 2025 sebesar 2.068 ribu ton yang lebih rendah -19,79% dari stok akhir 2024 sebesar 2.577 ribu ton.

