POLEZ.ID – Komitmen menjaga integritas dan kepercayaan publik terus ditegaskan Polda Riau melalui pelaksanaan tes urine mendadak yang digelar serentak di Mapolda dan 12 Polres jajaran, Senin (23/2/2026). Dari hasil pemeriksaan tersebut, tiga personel dinyatakan positif mengandung zat methamphetamine atau sabu.
Tes urine dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya dan menyasar seluruh tingkatan personel. Mulai dari Kapolda, Wakapolda, pejabat utama, Kapolres jajaran hingga anggota di tingkat Polsek menjalani pemeriksaan sebagai bentuk pengawasan internal yang ketat.
Kepala Bidang Humas Polda Riau, Zahwani Pandra Arsyad, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memberantas narkoba, termasuk di lingkungan internal.
“Polda Riau tidak main-main dalam upaya pemberantasan narkoba, termasuk di internal. Ini adalah bukti bahwa pengawasan dilakukan secara nyata dan berkelanjutan. Jika ada anggota yang terbukti melanggar, pasti akan diproses sesuai aturan dan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” tegasnya.
Dari hasil pemeriksaan di tingkat Mapolda, satu personel dinyatakan positif mengandung methamphetamine. Sementara di jajaran kewilayahan, dua personel lainnya juga terdeteksi positif, masing-masing berasal dari Polres Dumai dan Polres Pelalawan.
Terhadap ketiga personel tersebut, Polda Riau akan melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan proses penanganan berjalan sesuai ketentuan.
Pandra menjelaskan, seluruh proses akan mengacu pada mekanisme yang berlaku, mulai dari pemeriksaan oleh fungsi Profesi dan Pengamanan (Propam) hingga pelaksanaan Sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri (KKEP). Penindakan dilakukan berdasarkan Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.
Pelaksanaan tes urine serentak ini juga merupakan bagian dari sistem pengawasan dan pengendalian (waskat dan wadal) secara berjenjang, sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepolisian Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengawasan Melekat di lingkungan Polri.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif. Tes mendadak menjadi pesan tegas agar seluruh personel menjaga integritas, disiplin, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Dengan langkah pengawasan berkelanjutan tersebut, Polda Riau menegaskan komitmennya untuk mewujudkan institusi Polri yang Presisi, bersih dari penyalahgunaan narkotika, serta tetap dipercaya masyarakat di wilayah hukum Provinsi Riau.

