POLEZ – H. Ir. Hendrizal, selaku Wakil Bupati (Wabup) Indragiri Hulu (Inhu), Riau, akhirnya berkunjung ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Batang Peranap di Desa Sencano Jaya yang sempat geger adanya poster misterius bernarasi ‘Kepsek Otoriter, Manipulatif Pungli’.
Pada Kamis (4/3/2026), beliau dalam silahturahmi tersebut didampingi Forkopimcam untuk mendengar langsung keterangan soal para guru dan siswa/siswi yang sempat mogok belajar mengajar pada Rabu (3/3/2026), kemarin.
Ia mengajak kepada tenaga pengajar SMPN 2 Batang Peranap dan siswa/siswi kembali tetap berjalan aktifitas belajar mengajarnya seperti biasa. Menyoal tuntutan lainnya, sedang berproses dan pihaknya sudah melakukan pembinaan kepada Kepala Sekolah (Kepsek).
“Soal tuntutan dana bos sudah dilakukan pemeriksaan oleh inspektorat, dan rekomendasinya sudah selesai ditindaklanjuti oleh Kepsek,” terang Hendrizal kepada Polez.id
Selanjutnya, beliau sampaikan khusus soal pergantian Kepsek pemerintah sedang menyesuaikan dengan ketentuan yang ada.
Polez kemudian menimpali pertanyaan, wacana para guru akan mendatangi Disdikbud, Senin (9/3/2026). Dengan adanya silahturahmi ini, kata Hendrizal, pergerakan tersebut tidak jadi dan bahkan mereka berjanji kondusifitas sekolah kembali normal.
Diketahui sebelumnya, para guru dan siswa/siswi di SMPN 2 Batang Peranap, Indragiri Hulu (Inhu), kompak tidak masuk sekolah atau memilih berdiri di luar pagar depan sekolah pada Rabu (4/3/2026), kemarin.
Ini bentuk sikap perlawan kepada Ramlan, selaku Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 2 Batang Peranap. Tuntutannya ganti Kepsek, mereka menilai Ramlan ‘Kepsek Otoriter, Manipulatif Pungli’.
Ada juga narasi terpampang di pagar sekolah bahwa beliau tidak transparan dalam pengelolaan dana bos. “Dana bos besar, sekolah tidak layak huni,” bunyi dalam poster tersebut.

