Search

1 Mei 2026

|

Nasional

BPDP Buka Grant Riset 2026, Dorong Inovasi Sawit, Kakao, dan Kelapa Berbasis Hilirisasi

POLEZ.ID – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) resmi menggelar webinar panduan pendaftaran proposal pendanaan penelitian melalui program Grant Riset BPDP 2026. Program ini menjadi bagian dari transformasi lembaga yang kini tidak hanya fokus pada kelapa sawit, tetapi juga mencakup kakao dan kelapa.

Langkah tersebut dinilai sebagai tonggak penting dalam memperkuat kedaulatan sektor perkebunan nasional melalui inovasi dan pengembangan teknologi. BPDP menegaskan bahwa riset yang didukung tidak boleh berhenti pada tataran akademik, melainkan harus mampu menjawab kebutuhan industri dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Tanpa Kuota, Fokus pada Dampak

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menegaskan bahwa program tahun ini mengedepankan prinsip inklusivitas. Tidak ada pembatasan jumlah riset untuk masing-masing komoditas.

“Kami tidak menentukan kuota khusus. Yang terpenting adalah bagaimana riset tersebut memberikan dampak nyata dan bisa dimanfaatkan hingga tahap komersialisasi,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan program akan diukur dari sejauh mana hasil penelitian mampu meningkatkan nilai tambah produk perkebunan Indonesia di pasar global.

Tekankan Riset Inovatif dan Aplikatif

Hal senada disampaikan Komite Penelitian dan Pengembangan BPDP, Tony Liwang, yang menekankan pentingnya kualitas output riset.

Ia menyebut, proposal yang diajukan harus memenuhi sejumlah kriteria utama, mulai dari relevansi, inovasi, hingga potensi dampak luas.

“Riset harus bersifat replicable, artinya bisa diterapkan oleh banyak pihak dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah di sektor perkebunan,” tegasnya.

Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi di lapangan dan memperkuat daya saing industri berbasis komoditas unggulan nasional.

Pesan untuk Peneliti: Terus Asah Kualitas

Sementara itu, Kepala Divisi Penyaluran Dana Riset BPDP, Rahmat Widiana, memberikan dorongan kepada para peneliti agar tidak patah semangat dalam mengikuti proses seleksi.

“Kami berharap ini menjadi momentum untuk terus mempertajam fokus penelitian. Proses ini bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas riset nasional,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan dan akuntabel guna menghasilkan inovasi terbaik bagi Indonesia.

Pendaftaran Dibuka hingga Juni 2026

BPDP membuka pendaftaran proposal secara daring melalui portal resmi hingga 30 Juni 2026. Para peneliti diminta menyusun proposal maksimal 20 halaman yang terstruktur dan mengacu pada peta jalan penelitian yang telah ditetapkan.

Melalui sinergi antara akademisi, peneliti, dan dukungan pendanaan, BPDP optimistis sektor perkebunan Indonesia akan semakin kuat sebagai pilar ekonomi hijau berbasis inovasi dan hilirisasi di masa depan.

IMG_20260211_094009
IMG_20260211_094009

Hukum & Kriminal

Hukum & Kriminal

3 bulan ago

IMG-20260408-WA0036
IMG-20260408-WA0036

Breaking News

Breaking News

3 minggu ago