POLEZ.ID – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pekebun swadaya di Provinsi Riau mengalami penurunan signifikan untuk periode 3-9 Juni 2026. Harga tertinggi pada kelompok umur tanaman 9 tahun kini ditetapkan sebesar Rp3.271,91 per kilogram, turun Rp437,44 per kilogram atau 11,79 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Penurunan tersebut ditetapkan dalam rapat Tim Penetapan Harga Pembelian TBS Pekebun Swadaya yang digelar Dinas Perkebunan Provinsi Riau pada Rabu (3/6/2026). Penetapan harga minggu ke-19 tahun 2026 itu mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 dan Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Vera Virgianti, mengatakan penurunan harga terjadi hampir di seluruh kelompok umur tanaman sawit, dengan koreksi terbesar berada pada umur 9 tahun.
“Berdasarkan tabel rendemen harga baru hasil kajian dari PPKS Medan yang disepakati oleh tim, penurunan harga tertinggi berada di kelompok umur 9 tahun sebesar Rp437,44 per kilogram atau mencapai 11,79 persen dari harga periode lalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu ke depan turun menjadi Rp3.271,91 per kilogram,” ujarnya.
Menurut Vera, anjloknya harga TBS swadaya kali ini dipicu oleh turunnya harga minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit (kernel) yang menjadi komponen utama dalam perhitungan harga.
Pada periode ini, indeks K yang digunakan sebesar 92,87 persen. Sementara harga penjualan CPO turun sebesar Rp1.726 per kilogram dan harga kernel turun Rp1.845,65 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya.
Selain itu, sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) tidak melakukan penjualan pada periode ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, harga yang digunakan dalam perhitungan mengacu pada harga rata-rata tim dan harga rata-rata KPBN.
“Harga rata-rata CPO KPBN periode ini adalah Rp15.344 per kilogram dan harga kernel KPBN sebesar Rp13.400 per kilogram,” jelas Vera.
Meski harga TBS mengalami tekanan cukup dalam, Dinas Perkebunan Riau menegaskan akan terus memperbaiki tata kelola penetapan harga agar tetap transparan, sesuai regulasi, dan memberikan rasa keadilan bagi petani maupun perusahaan mitra.
“Perbaikan tata kelola ini merupakan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan yang didukung Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit,” katanya.
Daftar Harga TBS Swadaya Riau Periode 3–9 Juni 2026
| Umur Tanaman | Harga (Rp/Kg) |
|---|---|
| 3 Tahun | 2.541,03 |
| 4 Tahun | 2.829,24 |
| 5 Tahun | 3.031,63 |
| 6 Tahun | 3.146,91 |
| 7 Tahun | 3.218,17 |
| 8 Tahun | 3.256,58 |
| 9 Tahun | 3.271,91 |
| 10–20 Tahun | 3.240,05 |
| 21 Tahun | 3.187,66 |
| 22 Tahun | 3.126,75 |
| 23 Tahun | 3.057,46 |
| 24 Tahun | 3.004,86 |
| 25 Tahun | 2.961,88 |
| 26 Tahun | 2.946,34 |
| 27 Tahun | 2.922,48 |
| 28 Tahun | 2.877,11 |
| 29 Tahun | 2.843,64 |
| 30 Tahun | 2.767,13 |
Data pendukung periode 3–9 Juni 2026:
- Indeks K: 92,87%
- BOTL: 0,48%
- Harga CPO: Rp12.872,00/Kg
- Harga Kernel: Rp13.431,91/Kg
- Harga Cangkang: Rp26,09/Kg
Penurunan harga TBS swadaya kali ini jauh lebih dalam dibandingkan TBS kemitraan plasma, mencerminkan besarnya tekanan yang terjadi pada harga CPO dan kernel di tingkat pabrik selama sepekan terakhir.

