Search

7 Juni 2026

|

Riau

Polisi Evaluasi Keselamatan Tol Permai, Microsleep Jadi Ancaman Utama Pengemudi

Oplus_16908288

POLEZ.ID – Kecelakaan maut yang menewaskan lima penumpang mobil Toyota Hiace di Jalan Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) KM 46+200 Jalur A, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Sabtu (6/6/2026), menjadi perhatian serius Ditlantas Polda Riau.

Hasil evaluasi sementara menunjukkan faktor kelelahan dan microsleep masih menjadi penyebab dominan kecelakaan di ruas tol tersebut. Kondisi jalan yang lurus dan relatif sepi dinilai kerap membuat pengemudi kehilangan konsentrasi hingga tertidur dalam hitungan detik saat berkendara.

Kasat PJR Ditlantas Polda Riau, AKBP Eko Baskara, mengatakan kelelahan sering kali diabaikan oleh pengemudi, baik sopir travel maupun kendaraan pribadi. Padahal, kondisi tersebut dapat berakibat fatal dan mengancam keselamatan seluruh penumpang.

“Pengemudi sering memaksakan diri tetap mengemudi meskipun kondisi tubuh sudah lelah. Ini sangat berbahaya karena dapat memicu microsleep yang berujung kecelakaan,” kata Eko, Sabtu (6/6/2026).

Sebagai langkah pencegahan, Ditlantas Polda Riau mengubah pola patroli di ruas Tol Permai. Seluruh personel Patroli Jalan Raya (PJR) diminta meningkatkan pengawasan pada jam-jam rawan, terutama menjelang hingga sesudah waktu subuh.

“Kami telah menginstruksikan kepada seluruh anggota PJR yang bertugas untuk wajib menyalakan sirene secara aktif pada jam-jam rawan subuh. Langkah ini diterapkan sebagai bentuk pencegahan dini sekaligus efek kejut suara untuk membangunkan dan mengingatkan para pengemudi yang berpotensi mengalami kelelahan atau mengantuk saat berkendara di sepanjang jalan tol,” ujar Eko.

Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan PT Hutama Karya untuk memperkuat edukasi keselamatan kepada pengguna jalan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan penggunaan pengeras suara di gerbang tol guna menyampaikan imbauan keselamatan secara berkala.

Tak hanya itu, Ditlantas Polda Riau juga mendorong penambahan pita kejut atau rumble strips di sejumlah titik rawan kecelakaan. Sarana tersebut dinilai efektif memberikan getaran yang dapat mengembalikan kesadaran pengemudi ketika mulai kehilangan fokus akibat rasa kantuk.

Menurut Eko, langkah-langkah preventif tersebut diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas di Tol Permai, khususnya yang dipicu faktor kelelahan pengemudi.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri berkendara ketika kondisi tubuh sudah lelah atau mengantuk. Pengendara diminta memanfaatkan rest area yang tersedia untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

“Kami mengimbau dengan sangat agar pengendara memanfaatkan rest area yang tersedia jika sudah merasa mengantuk. Jangan pernah memaksakan diri untuk tetap mengemudi karena risikonya adalah nyawa,” tegasnya.

Kecelakaan Toyota Hiace yang terjadi pada Sabtu dini hari tersebut menjadi pengingat bahwa faktor manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan di jalan tol. Kesadaran untuk beristirahat saat lelah dinilai menjadi kunci penting dalam mencegah tragedi serupa terulang kembali.

kelapa-sawit-mitra-plasma-minggu-in
kelapa-sawit-mitra-plasma-minggu-in

Ekonomi & Bisnis

Ekonomi & Bisnis

5 bulan ago

IMG-20260506-WA0067
IMG-20260506-WA0067

Nasional

Nasional

1 bulan ago