12 Jalur Inhu Gugur, Sang Juara Ikut Tersingkir, Sisa 3 Jalur Lagi
YPASNEWS
POLEZ.ID – Perlombaan jalur pada hari ke empat di tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kuantan Singingi (Kuansing), Riau terbilang cukup sengit dengan peserta hilir sebanyak 51 jalur, Sabtu (22/8/2026).
Dari jumlah aduan pacu diatas, 12 dari 15 jalur asal Indragiri Hulu sebagai peserta dinyatakan gugur, termasuk Sang juara dua Narosa 2025 Tuah Datuk Keramat Imbang di Alam harus menerima kekalahan lawan Putri Anggun Sibirang Tulang pada hilir ke dua.
Alhasil, Inhu hanya menyisahkan 3 jalur bertahan menuju partai 13 besar di hari ke lima pada Ahad (23/8/2026), besok.
Mulanya dalam hilir pertama sebanyak 15 jalur Inhu tadi, menyisahkan 7 jalur hasil aduan untuk dapat mengikuti hilir ke dua di hari yang sama.
Masing-masing jalur Inhu yang menang diantaranya, Panglimo Rimbo Piako, Tuah Kalejengking Muda Indragiri, Tuah Datuk Keramat Imbang di Alam, Tuah Keramat Bukit Embun, Tuah Putri Benteng Keramat, Panglima Tasik Indang Bunian, dan Panglima Indragiri Dubalang Hitam.
Berdasarkan data diterima POLEZ.ID, hasil undian putaran ke dua sebanyak 13 aduan pacu, 7 jalur Inhu melawan sesama asal daerahnya.
Alhasil hasil akhir yang bertahan hanya 3 jalur yakni jalur Panglimo Rimbo Piako asal Desa Pekan Heran, Panglima Indragiri Dubalang Hitam Desa Tambak, dan Panglima Tasik Indang Bunian Desa Kampung Pulau.
Sementara itu, Ahmad Syukur, selaku Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) Inhu membenarkan hal tersebut.
“Iya, tinggal 3 jalur lagi yang masih bertahan. Sang juara dua tahun 2025 kalah dalam putaran ke dua tadi, semoga mereka dapat mempertahankan piala event pacu Jalur Tepian Narosa,” ujarnya.
Terpantau di Tepian Narosa, kekalahan sang juara dua di Tepian Narosa 2025, Tuah Datuk Keramat Imbang di Alam asal Desa Petalongan sangat jauh lawan rivalnya sang juara satu pada tahun 2024, Putri Anggun Sibirang Tulang.
Akankah tiga jalur asal Inhu siap mempertahankan gelar juara atau partai balas dendam karena kekalahan Tuah Datuk Keramat Imbang Dialam? atau sebaliknya, yakni keberuntungan berpihak kepada lawan pacuannya.
Benar, semua optimis untuk menang. Tapi, perlu dipahami dalam festival yang digelar berpartisipasi ikut meriahkan, berperan aktif melestarikan seni budaya merupakan suatu apresiasi yang luar biasa.



