Asap Karhutla Memburuk, Pemkab Inhu Resmi Liburkan Sekolah Tatap Muka
YPASNEWS
POLEZ.ID – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, resmi menghentikan sementara pembelajaran tatap muka di sekolah menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran Akibat Penurunan Kualitas Udara. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring mulai diberlakukan Rabu (26/8/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhu, Zulfahmi Adrian, mengatakan kebijakan itu diambil setelah hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kualitas udara di Inhu berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
“Surat Edaran tersebut berdasarkan hasil pantauan BMKG pada Minggu, 23 Agustus 2026 bahwa kualitas udara di Kabupaten Inhu tidak sehat hingga sangat tidak sehat,” kata Zulfahmi, Rabu (26/8/2026).
PJJ diberlakukan bagi peserta didik tingkat PAUD/TK, SD/MI, hingga SMP/MTs, baik negeri maupun swasta di seluruh Kabupaten Inhu.
Selama kualitas udara masih buruk, peserta didik diminta tidak datang ke sekolah. Mereka juga tidak diperkenankan mengikuti kegiatan sekolah lain yang mengharuskan kehadiran secara langsung.
“Saat kabut asap terjadi dengan kualitas udara tidak sehat, peserta didik tidak perlu hadir ke sekolah. Bahkan, tidak diperkenankan mengikuti kegiatan sekolah lainnya yang mengharuskan hadir secara langsung,” ujarnya.
Pemkab Inhu juga mengimbau satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama maupun kementerian/lembaga lainnya untuk menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara.
Dalam pelaksanaannya, sekolah diminta menerapkan pembelajaran daring secara sederhana dan efektif agar tidak membebani peserta didik. Meski demikian, proses belajar mengajar tetap harus berjalan sebagaimana mestinya.
Selain sekolah, orang tua dan wali murid juga diminta memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah. Anak diimbau tidak bermain atau melakukan aktivitas di luar rumah selama kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut.
“Hal itu dimaksudkan agar menghindari paparan kabut asap. Apabila terdapat keperluan mendesak untuk keluar rumah, agar menggunakan masker,” kata Zulfahmi.
Untuk sekolah yang mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), mekanisme pembagian makanan tetap berjalan. Pihak sekolah diminta menghubungi orang tua atau wali peserta didik untuk mengambil paket MBG di sekolah.
Sementara itu, kebijakan pembelajaran untuk hari berikutnya akan kembali dievaluasi. Pemkab Inhu akan menyesuaikannya dengan perkembangan kualitas udara berdasarkan informasi BMKG dan instansi terkait.
“Pelaksanaan kegiatan pembelajaran untuk hari berikutnya, akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi kualitas udara di Kabupaten Inhu berdasarkan informasi dari BMKG dan instansi terkait,” pungkasnya.



