Search

4 Mei 2026

|

Daerah

HMI Kuansing Tegaskan Dukungan Musda Ulang Badko Sumbagtera, Soroti Legitimasi dan Kepemimpinan Amanah

POLEZ.ID – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuantan Singingi menyatakan sikap tegas terkait dinamika pasca pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ulang HMI Badan Koordinasi (Badko) Sumbagtera. Organisasi ini menegaskan dukungan penuh terhadap keputusan Pengurus Besar (PB) HMI MPO yang menetapkan Musda ulang sebagai langkah konstitusional.

Ketua Umum HMI Cabang Kuantan Singingi, Hamce Gussay, menyebut keputusan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab organisasi dalam menjaga tegaknya aturan internal.

“Keputusan Musda ulang ini adalah langkah konstitusional yang harus kita hormati bersama. Ketika proses sebelumnya dinilai tidak sepenuhnya memenuhi prinsip organisasi, maka koreksi adalah keniscayaan,” ujar Hamce dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/5/2026).

Menurutnya, HMI harus tetap berdiri di atas nilai kebenaran, keadilan, dan integritas, bukan kepentingan sempit kelompok tertentu. Ia juga menegaskan bahwa hasil Musda ulang sah dan menjadi rujukan dalam melanjutkan roda organisasi.

Legitimasi Musda Ulang Ditegaskan

HMI Kuantan Singingi menilai pelaksanaan Musda ulang telah berjalan sesuai koridor demokrasi organisasi. Forum tersebut dinilai memenuhi ketentuan kuorum serta menjalankan seluruh tahapan persidangan secara sah.

Dengan demikian, hasil Musda ulang dinilai memiliki legitimasi organisatoris yang kuat dan mengikat seluruh elemen kader.

Pihaknya juga mengingatkan agar setiap penolakan terhadap hasil Musda ulang disikapi secara proporsional dan tidak mengabaikan keputusan konstitusional organisasi.

“Setiap sikap yang mengabaikan keputusan organisasi berpotensi mencederai prinsip kolektivitas dan mereduksi marwah HMI,” tegasnya.

Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Amanah

Selain soal legitimasi forum, HMI Kuansing juga menekankan pentingnya menghadirkan pemimpin yang amanah. Kepemimpinan di tubuh HMI, menurut mereka, tidak sekadar sah secara prosedural, tetapi juga harus memiliki integritas moral dan kapasitas intelektual.

Pemimpin HMI diharapkan mampu menjalankan amanah perjuangan, membina kader, serta mengarahkan organisasi menuju cita-cita besar.

“Kepemimpinan tidak boleh direduksi menjadi sekadar kontestasi kekuasaan, tetapi harus dimaknai sebagai tanggung jawab perjuangan,” lanjut Hamce.

Dorong Pemekaran Badko

Dalam pernyataannya, HMI Cabang Kuantan Singingi juga menyatakan dukungan terhadap rencana pemekaran Badan Koordinasi (Badko). Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan efektivitas pembinaan kader dan memperluas jangkauan gerakan organisasi.

Mereka mendorong PB HMI MPO segera menindaklanjuti proses tersebut melalui mekanisme konstitusional, termasuk penerbitan Surat Keputusan (SK) resmi.

HMI Kuansing pun menyatakan kesiapan untuk ikut mengawal dan berkontribusi dalam setiap tahapan pemekaran.

Ajak Kader Kembali ke Semangat Kolektif

Sebagai penutup, HMI Cabang Kuantan Singingi mengajak seluruh kader untuk kembali pada kesadaran kolektif sebagai bagian dari organisasi perjuangan.

Perbedaan pandangan diharapkan tetap disalurkan dalam ruang dialektika yang konstruktif, bukan dalam bentuk delegitimasi terhadap keputusan yang telah sah.

“Ini adalah komitmen kami dalam menjaga integritas, marwah, dan keberlangsungan perjuangan Himpunan Mahasiswa Islam,” tutup pernyataan tersebut.

IMG-20260126-WA0006
IMG-20260126-WA0006

Hukum & Kriminal

Hukum & Kriminal

3 bulan ago