Unek-unek Mencuat ke Permukaan di Puncak HUT Batang Peranap Inhu 

Unek-unek Mencuat ke Permukaan di Puncak HUT Batang Peranap Inhu YPASNEWS
Bupati Inhu Ade Agus Hartanto Bersama Ir. Hendrizal Wakil Bupati Inhu saat Menghadapi HUT Kecamatan Batang Peranap

POLEZ.ID – Desa Sencano Jaya terpilih menjadi lokasi puncak peringatan Hari Jadi ke-22 Kecamatan Batang Peranap, Indragiri Hulu (Inhu) pada Selasa (1/9/206) malam.

Acara dibikin dengan penuh kehati-hatian karena dikemas dalam bentuk dialog terbuka. Setiap masyarakat berpeluang mengungkapkan segala unek-unek karena milad itu dihadiri Ade Agus Hartanto Bupati Inhu bersama Wakil Bupati Ir. H. Hendrizal.

Dari kegiatan tersebut mencuat dua poin krusial disampaikan warga yakni kejelasan penataan batas wilayah (tapal batas), dan percepatan perbaikan infrastruktur jalan.

Ade Agus Hartanto, selaku Bupati Inhu dengan tegas bahwa Pemkab Inhu berkomitmen untuk segera menyelesaikan permasalah tapal batas dalam waktu dekat.

Sementara itu, soal perbaikan infrastruktur jalan, lanjut Ade, pihaknya terus memperjuangkan agar alokasi transfer dari pemerintah pusat ke daerah dapat segera terealisasi.

“Saat ini kondisi keterbatasan fiskal yang dihadapi hampir seluruh pemerintah daerah akibat adanya perubahan skema belanja daerah,” bebernya.

Kendati demikian kondisi keuangan daerah saat ini terbatas dan memengaruhi percepatan pembangunan jalan, pihaknya terus memperjuangkan infrastruktur jalan Batang Peranap agar dapat direalisasikan sesuai janjinya yang pernah di masa peserta Pilkada.

Beliau menambahkan bahwa pemenuhan pelayanan dasar yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat akan selalu menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia juga mengucapkan selamat hari jadi bagi Kecamatan Batang Peranap dan menegaskan Pemkab Inhu selalu terbuka untuk berdialog demi kemajuan daerah.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sesi dialog dan ramah tamah yang dipimpin oleh Camat Batang Peranap, Ping Astono, S.Sos.

Pada sesi ini, perwakilan kepala sekolah dan pengurus PGRI menyampaikan beberapa isu pendidikan, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum merata di sejumlah sekolah, usulan penegerian status kelas jauh, serta kejelasan nasib Guru Bantu Daerah (GBD).

Merespons aspirasi tersebut, Bupati menyatakan kesiapannya untuk memperjuangkan dan menyelesaikan berbagai persoalan di dunia pendidikan, selama didukung dengan ketersediaan data yang valid serta regulasi yang jelas.