Search

30 Mei 2026

|

Ekonomi & Bisnis

Blok Tuna Kembali Bergeliat, Rusia Siap Lanjutkan Proyek Migas di Natuna

POLEZ.ID – Pemerintah Indonesia terus mendorong peningkatan lifting minyak dan gas bumi (migas) demi mencapai target swasembada energi nasional. Salah satu langkah strategis yang kini kembali didorong adalah kelanjutan proyek Blok Tuna di Laut Natuna yang sempat tertunda.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot dengan perusahaan migas asal Rusia, Joint Stock Company Zarubezhneft, di sela kunjungan kerja ke Rusia untuk menghadiri Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik di Kazan, Rusia.

Dalam pertemuan itu, Zarubezhneft menyatakan siap melanjutkan pengembangan proyek Blok Tuna pada Juni 2026 mendatang. Proyek tersebut sebelumnya tertunda setelah mundurnya Premier Oil, anak usaha Harbour Energy, yang menjadi mitra Zarubezhneft dalam penggarapan blok tersebut.

“Kami bertemu dengan Zarubezhneft dan membahas kelanjutan proyek Blok Tuna yang masih tertunda. Zarubezhneft menyatakan komitmennya untuk melanjutkan proyek tersebut pada Juni bulan depan. Pemerintah akan memberikan dukungan untuk kelanjutan proyek ini,” ujar Yuliot usai pertemuan di Kazan, Rusia.

Blok Tuna dinilai menjadi salah satu proyek strategis yang diharapkan mampu mendukung peningkatan produksi migas nasional. Pemerintah pun menaruh harapan besar agar proyek ini dapat memberi kontribusi signifikan terhadap target lifting migas Indonesia.

Zarubezhneft mulai terlibat dalam proyek di Indonesia sejak 2020 melalui anak usahanya, ZN Asia Ltd., dengan mengakuisisi 50 persen participating interest (PI) pada Proyek Tuna di Laut Natuna.

Tak hanya fokus pada Blok Tuna, perusahaan energi Rusia tersebut juga menyatakan minat untuk memperluas investasi migas di Indonesia. Beberapa sektor yang menjadi perhatian di antaranya penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan reaktivasi sumur-sumur minyak idle untuk mendukung peningkatan produksi migas nasional.

Ketertarikan Zarubezhneft memperluas investasinya di Indonesia turut tercatat dalam dokumen Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama ke-14 RI-Rusia. Dalam dokumen itu, pihak Rusia menyampaikan keinginan untuk memperkuat kerja sama dengan mitra Indonesia, termasuk keterlibatan dalam proyek-proyek migas baru.

Selain itu, pihak Rusia juga meminta dukungan pemerintah Indonesia terkait penyelesaian proses compliance bagi perusahaan-perusahaan yang dinominasikan Zarubezhneft guna memulai pengorganisasian suplai minyak ke Indonesia.

Langkah ini dinilai menjadi sinyal positif bagi sektor hulu migas nasional di tengah upaya pemerintah menarik investasi asing dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Muhammad Amin, Ketua Baznas Jambi saat Konfesensi Pers, Jumat (6/3/2026), di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jambi
Muhammad Amin, Ketua Baznas Jambi saat Konfesensi Pers, Jumat (6/3/2026), di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jambi

Breaking News

Breaking News

3 bulan ago

Oplus_131072
Oplus_131072

Ekonomi & Bisnis

Ekonomi & Bisnis

3 bulan ago

IMG-20260427-WA0079
IMG-20260427-WA0079

Breaking News

Breaking News

1 bulan ago