Hari Ini, 5.000 Penerima Beasiswa SDM Sawit 2026 Diumumkan

Hari Ini, 5.000 Penerima Beasiswa SDM Sawit 2026 DiumumkanYPASNEWS

POLEZ.ID — Ribuan peserta Beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) Sawit 2026 memasuki tahap akhir penantian. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dijadwalkan mengumumkan penerima beasiswa pada Senin (7/9/2026).

Pengumuman tersebut menjadi tahap akhir setelah para peserta mengikuti seluruh rangkaian seleksi, mulai dari pendaftaran hingga tes seleksi.

Berdasarkan alur program, pendaftaran Beasiswa SDM Sawit 2026 berlangsung pada 3–20 Juni 2026. Peserta kemudian mengikuti tes seleksi pada 21–29 Agustus 2026.

Setelah seluruh tahapan tersebut rampung, hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 7 September 2026.

Tahun ini, BPDP meningkatkan kuota penerima menjadi 5.000 orang. Jumlah tersebut bertambah 1.000 penerima dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 4.000 orang.

Penambahan kuota ini menjadikan Beasiswa SDM Sawit 2026 sebagai penyelenggaraan dengan kuota terbesar sejak program tersebut pertama kali dilaksanakan.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfiansyah, mengatakan peningkatan kuota merupakan bentuk komitmen BPDP dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi generasi muda Indonesia.

“Selama BPDP berdiri, Program Beasiswa SDM Sawit akan tetap ada. Tahun ini BPDP meningkatkan kuota penerima Beasiswa SDM Sawit menjadi 5.000 orang,” kata Alfiansyah pada Juni lalu.

Menurutnya, penambahan kuota tersebut juga diarahkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjadi penggerak industri sawit nasional.

“Peningkatan ini merupakan komitmen kami untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada generasi muda Indonesia dalam memperoleh pendidikan tinggi dan mempersiapkan SDM unggul yang akan menjadi penggerak industri sawit di masa depan,” ujarnya.

Program Beasiswa SDM Sawit menyasar masyarakat yang memiliki keterkaitan langsung dengan sektor kelapa sawit. Kelompok penerima potensial mencakup pekebun dan keluarga pekebun kelapa sawit, pekerja serta keluarga pekerja perkebunan kelapa sawit.

Program ini juga diperuntukkan bagi pengurus asosiasi pekebun kelapa sawit, penyuluh, aparatur sipil negara, serta pengurus kelembagaan kelapa sawit.

Penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan bantuan biaya pendidikan. BPDP juga memberikan sejumlah fasilitas pendukung selama masa pendidikan.

Fasilitas tersebut meliputi biaya pendidikan, uang saku dan buku, sertifikat kompetensi, transportasi pulang-pergi dari rumah ke kampus, kesempatan magang di perkebunan atau industri kelapa sawit, hingga biaya wisuda.

Pada penyelenggaraan 2026, BPDP menggandeng 42 lembaga pendidikan mitra yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Program Beasiswa SDM Sawit telah berjalan sejak 2016 sebagai bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit.

Sejak pertama kali dilaksanakan hingga 2025, program tersebut telah memberikan manfaat kepada 13.265 mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dengan tambahan kuota menjadi 5.000 penerima pada 2026, cakupan program diharapkan semakin luas, khususnya bagi generasi muda yang berasal dari keluarga pekebun dan pekerja sektor perkebunan kelapa sawit.

Alfiansyah menilai program tersebut bukan sekadar bantuan pembiayaan pendidikan, tetapi juga bagian dari investasi jangka panjang untuk pembangunan manusia dan keberlanjutan industri sawit nasional.

Program Beasiswa SDM Sawit 2026 merupakan hasil kolaborasi BPDP, Kementerian Pertanian, dan lembaga pendidikan terpilih. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghasilkan sumber daya manusia perkebunan yang profesional, inovatif, dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Kini, peserta yang telah mengikuti tes seleksi tinggal menunggu kepastian mengenai status penerimaan mereka.

Informasi mengenai Beasiswa SDM Sawit 2026 tercantum melalui laman resmi sdmperkebunan.bpdp.or.id.