Search

30 Mei 2026

|

Ekonomi & Bisnis

PASPI: Sawit Merupakan Komoditas Nihil Limbah, Seluruh Bagiannya Bernilai Ekonomi

POLEZ.ID – Industri kelapa sawit dinilai sebagai salah satu sektor perkebunan yang nyaris tidak menghasilkan limbah. Seluruh bagian tanaman sawit, mulai dari minyak, inti sawit, biomassa hingga limbah cairnya, dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Direktur Eksekutif PASPI, Dr Tungkot Sipayung mengatakan, pemanfaatan ekonomi dari kebun sawit saat ini sebenarnya masih jauh dari maksimal. Menurutnya, manfaat ekonomi yang dimanfaatkan baru sekitar 30 persen dari total potensi yang dimiliki perkebunan sawit.

“Manfaat ekonomi dari kelapa sawit yang telah dipanen saat ini masih sekitar 30 persen dari potensi ekonomi kebun sawit,” kata Tungkot.

Ia menilai istilah “limbah” tidak lagi tepat digunakan dalam industri sawit modern. Pasalnya, hampir seluruh hasil sampingan sawit kini memiliki nilai ekonomi dan dapat diolah menjadi berbagai produk turunan.

“Semua produksi dari sawit memiliki nilai ekonomi saat ini. Jadi sebetulnya tidak relevan kita menggunakan kata limbah untuk produk sampingan selain CPO,” ujarnya.

Menurut Tungkot, produk seperti crude palm oil (CPO), crude palm kernel oil (CPKO), palm kernel cake (PKC), palm kernel meal (PKM), biomassa hingga palm oil mill effluent (POME) lebih tepat disebut sebagai joint product sawit karena semuanya bisa dimanfaatkan dan diperjualbelikan.

Bahkan, sekitar 75 persen hasil dari kebun sawit berasal dari produk non minyak sawit.

“Produksi biomassa kebun sawit mencapai sekitar 16 ton per hektare per tahun. Sementara minyak sawit yang dihasilkan hanya sekitar 4 sampai 6 ton per hektare per tahun. Jadi sebenarnya biomassa jauh lebih besar,” jelasnya.

Ia menyebutkan, besarnya potensi biomassa sawit hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal sehingga masih kerap dianggap sebagai limbah. Padahal, teknologi pengolahan produk non-CPO terus berkembang dan membuka peluang ekonomi baru yang sangat besar.

Tungkot mencontohkan, PKC dapat diolah menjadi biocoal, sementara PKM dapat dimanfaatkan menjadi biopelet sebagai sumber energi terbarukan.

Selain itu, tandan kosong kelapa sawit atau tankos juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti biochar, emulsifier, bioplastik, biohay, bioetanol hingga bahan baku pulp.

Sementara dari POME, lanjutnya, dapat dihasilkan minyak asam tinggi atau high acid palm oil (HAPOR), biomethane, pupuk organik hingga pakan ternak.

Ia menegaskan, pengembangan produk turunan sawit non minyak bukan sekadar untuk meminimalkan limbah, tetapi juga membuka potensi ekonomi baru yang nilainya bahkan bisa melampaui industri minyak sawit saat ini.

Dalam sektor energi terbarukan misalnya, minyak sawit saat ini telah dimanfaatkan sebagai bioenergi generasi pertama melalui program biodiesel. Ke depan, pengembangannya terus diarahkan menuju green diesel, bensin sawit hingga bioavtur atau sustainable aviation fuel (SAF).

Sementara pemanfaatan biomassa sawit sebagai sumber energi masuk dalam kategori bioenergi generasi kedua.

“Pemanfaatan produk sawit non minyak bukan hanya sekadar agar limbah minimum, tetapi ada potensi nilai ekonomi yang lebih besar masih tersimpan di sana,” tutup Tungkot.

IMG-20260221-WA0025
IMG-20260221-WA0025

Hukum & Kriminal

Hukum & Kriminal

3 bulan ago

32ilustrasinarkoba
32ilustrasinarkoba

Hukum & Kriminal

Hukum & Kriminal

3 bulan ago