Perhatian Pemkab Kuansing ke Pelaku UMKM Lokal di Taman Narosa

Perhatian Pemkab Kuansing ke Pelaku UMKM Lokal di Taman NarosaYPASNEWS

POLEZ.ID – Pelaku UMKM lokal yang memfaatkan fasilitas publik seperti di sepanjang taman ‘Kota Jalur’ menjadi salah satu yang akan berdampak saat Event Festival Pacu Jalur tahunan Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Persoalan ini tidak dapat dipungkiri setiap tahun bakal menjadi buah bibir. Pasalnya, lokasi tersebut yakni tepian ‘Narosa’ ditata ulang menjadi rapi, didirikan tenda megah sebagai tempat pembukaan festival, serta dalam penyambutan kedatangan jutaan wisata.

Bagaimana nasib pedagang kaki lima itu? Pemerintah Daerah (Pemda) Kuansing, sedang putar otak untuk mengkaji tempat khusus sentra UMKM secara permanen agar kedepannya para pedagang tidak direlokasi seperti sebelumnya.

“Kami sedang berupaya mencari solusi agar mereka tidak was-was, semoga peluang pasar yang pas cepat clear,” kata Drs. Masnur Judin, selaku Kadis Kopdagrin Kuansing, Selasa (11/8/2026).

Beliau secara gambalang sampaikan bahwa sentra khusus UMKM merupakan wujud kepedulian Pemda Kuansing agar roda perekonomian para pedagang yang sebelumnya berjualan di ‘Tepian Narosa’ itu tetap berputar.

“Ada sekitar 200 pelaku UMKM yang berjualan dipusaran taman Narosa, semua akan dipindahkan sementara sampai Event Festival Pacu Jalur Tahun 2026 misalnya selesai,” kata dia.

Kendati demikian, wilayah tepian Narosa termasuk lapak pedagang dalamnya telah dibahas ketahap perencanaan pembangunan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Hal ini merupakan hasil kunjungan Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden) ke Kuansing dalam pembukan Event Festival Pacu Jalur Tahun 2025.

“Insya Allah objek wisata yang menjadi kebanggaan rakyat Kuansing akan diperbaiki, semoga termasuk bangunan kios untuk pelaku UMKM lokal,” pungkasnya.