Remaja 18 Tahun Terluka Kena Tendangan Gajah Liar di Bengkalis

Remaja 18 Tahun Terluka Kena Tendangan Gajah Liar di BengkalisYPASNEWS
Ilustrasi gajah liar

POLEZ.ID — Seorang remaja berinisial MDS (18) terluka setelah diduga terkena tendangan gajah liar saat bersama warga berupaya mengusir kawanan gajah di kawasan Suaka Margasatwa Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (21/8/2026). Dalam kejadian tersebut, seorang warga lainnya, Darwin Sondang Napitu (47), juga ditemukan meninggal dunia di lokasi.

Namun, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memastikan kematian Darwin bukan disebabkan serangan gajah. Darwin disebut meninggal karena kelelahan.

“Informasi yang kami dapat, almarhum juga berjaga dan ikut melakukan upaya pengusiran gajah,” kata Kabid Teknis BBKSDA Riau Ujang Holisudin, Minggu (30/8/2026).

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Tim BBKSDA Riau melalui Seksi Konservasi Wilayah III turun ke lokasi untuk memastikan keberadaan kawanan gajah sekaligus melakukan penanganan.

Petugas bersama warga kemudian menemukan jejak gajah liar. Tim melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan menemukan dua titik kejadian yang seluruhnya berada di dalam kawasan Suaka Margasatwa PLG Sebanga.

Di salah satu titik, MDS dilaporkan terluka saat bersama warga melakukan upaya pengusiran gajah. Remaja tersebut mengalami luka robek pada bagian pinggang dan paha.

“Korban mengalami luka robek pada bagian pinggang dan paha dan telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit,” ujar Ujang.

Sementara itu, di titik lainnya, Darwin ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Berdasarkan informasi yang diterima BBKSDA Riau, Darwin sebelumnya ikut berjaga bersama warga untuk mengantisipasi keberadaan kawanan gajah liar.

“Kematian Darwin bukan akibat serangan gajah, melainkan karena kelelahan,” tegas Ujang.

Setelah menerima laporan tersebut, petugas kembali melakukan penyisiran guna memastikan keberadaan kawanan gajah masih berada di sekitar lokasi. Namun, satwa tersebut tidak ditemukan.

BBKSDA Riau mengimbau masyarakat tidak melakukan tindakan sendiri apabila menemukan gajah liar, termasuk melakukan upaya pengusiran yang berpotensi membahayakan manusia maupun satwa.

Masyarakat diminta segera melaporkan keberadaan gajah liar kepada aparat desa atau BBKSDA Riau agar penanganan dapat dilakukan petugas sesuai prosedur.

“Apabila kembali ditemukan keberadaan gajah liar di sekitar permukiman warga, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada aparat desa atau menghubungi Call Centre BBKSDA Riau agar dapat dilakukan penanganan sesuai prosedur,” pesan Ujang.

Petugas bersama instansi terkait juga akan meningkatkan koordinasi dan pemantauan untuk mencegah konflik lanjutan antara masyarakat dan satwa liar di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil plotting petugas, aktivitas kawanan gajah yang memicu konflik tersebut berada di dalam kawasan konservasi.

“Berdasarkan hasil plotting lokasi kejadian, aktivitas gajah liar tersebut berada di dalam kawasan konservasi,” tutup Ujang.