Search

30 Juni 2026

|

Hukum & Kriminal

Suasana MTQ, KPK Beraksi

POLEZ.ID – Pembukaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat provinsi di Kuantan Singingi (Kuansing) meninggalkan kesan mendalam. Perhelatan ini sudah menampilkan perpaduan megah antara syiar Islam dan khazanah budaya Melayu lokal.

Sebagai tuan rumah, Kuansing semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik agar tamu merasa nyaman, dihargai, dan betah selama acara berlangsung.

Perhelatan MTQ ini tak tanggung-tanggung, pemerintah daerah bisa mendatangkan Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA untuk menyaksikan secara langsung pembukaan MTQ tersebut.

Penyelenggaraan memberi tagline MTQ Riau 2026, “Siang Bapacu Malam Mangaji”, memiliki makna dan filosofi yang erat dengan kehidupan masyarakat Kuantan Singingi.

Berdasarkan data dari Diskominfo Kuansing “Siang Bapacu” bukan hanya menggambarkan tradisi Pacu Jalur yang telah mendunia, namun juga mencerminkan semangat masyarakat Kuansing yang sejak pagi hingga petang terus berpacu dalam mencari rezeki dengan kerja keras, kejujuran, dan semangat gotong royong.

Akan tetapi, belum genap sepekan cabang perlombaan usai, atau dua hari berlangsung yang diikuti 12 kabupaten/kota ‘Kota Jalur’ ini diguncang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK melakukan serangkaian operasi senyap dan menyegel ruang kerja Bupati Suhardiman Amby, Mukhlisin selaku Wakil Bupati Kuansing, Juprizal Ketua DPRD Kuansing, Zulkarnain Sekda Kuansing, Asisten I Setda Kuansing, Fahdiansyah.

Pada setiap segel, terlihat tulisan tangan penyidik yang mencantumkan tanggal dan waktu penyegelan, Selasa (30/6/2026).

Penyegelan tersebut dilakukan setelah sehari sebelumnya beredar kabar adanya operasi tangkap tangan atau OTT KPK, Senin (29/6/2026).

Pantauan POLEZ.ID, tim yang diduga berasal dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meninggalkan rumah dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Senin malam, setelah sebelumnya berada di lokasi yang dijaga ketat aparat.

Sejak siang, gerbang rumah dinas Sekda Kuansing tertutup rapat dan awak media tidak diperkenankan memasuki area tersebut. Empat personel Brimob bersenjata lengkap tampak bersiaga di depan rumah dinas, sementara sejumlah kendaraan terparkir di dalam kompleks.

Publik sampai saat ini masih menunggu penjelasan resmi dari KPK terkait informasi yang berkembang di Kuansing tersebut.

Handphone wartawan POLEZ kerap berdering. Telepon masuk rupanya dari salah seorang ‘Anak Negori’ asal Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir.

Damra yang tinggal di perantauan misalnya, intensif menanyakan perkembangan kasus yang sedang bergulir di kampung halaman itu. Ia secara tidak langsung menunjukkan keprihatinan kepada daerah yang merupakan tanah kelahirannya tersebut.

“Apa info Kuansing bang, kasus apa yang sedang diusut KPK, siapa-siapa saja yang dibawa?,” tanya dia kepada POLEZ.

Belum diketahui secara pasti perkara yang sedang didalami KPK maupun status para pejabat yang dikabarkan diperiksa tersebut.

 

IMG-20260115-WA0025
IMG-20260115-WA0025

Hukum & Kriminal

Hukum & Kriminal

6 bulan ago