Tak Ada Akses Darat, 13 Prajurit Kopasgat Diterjunkan dari Udara ke Lokasi Karhutla Kerumutan
YPASNEWS
POLEZ.ID – Tak adanya akses darat menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, tak membuat upaya pemadaman terhenti. Sebanyak 13 prajurit Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) Batalyon 462 Pekanbaru diterjunkan langsung ke lokasi melalui jalur udara.
Belasan prajurit TNI Angkatan Udara (AU) tersebut diterbangkan menggunakan helikopter Caracal dari Skadron Udara 8. Mereka ditugaskan untuk membantu memadamkan api di kawasan suaka satwa liar Kerumutan.
Danlanud Roesmin Nurjadin (Rsn) melalui Kadisops Kolonel Pnb Andri Setiawan mengatakan, sebanyak 13 personel Kopasgat diterjunkan ke wilayah tersebut.
“Lokasinya di wilayah Kerumutan, total personel Kopasgat kita terjunkan ada 13 orang,” kata Andri, Jumat (28/8/2026).
Pengerahan melalui jalur udara dilakukan setelah Satgas Penanggulangan Karhutla menemukan titik api yang berada jauh di dalam kawasan hutan dan tidak memiliki akses jalan. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman oleh personel di darat sulit dilakukan secara optimal.
Sebelum menerjunkan pasukan, Lanud Roesmin Nurjadin terlebih dahulu berkoordinasi dengan Asops Kodam XIX/Tuanku Tambusai dan unsur Satgas Karhutla lainnya.
Dari hasil koordinasi tersebut, diputuskan pengerahan personel melalui udara sebagai langkah untuk menjangkau titik api yang tidak dapat diakses oleh tim darat.
“Setelah dilakukan koordinasi dengan unsur terkait, ditemukan titik api yang tidak terjangkau oleh satgas darat. Oleh karena itu, kami menyetujuinya dengan menerjunkan pasukan melalui udara,” jelas Andri.
Begitu helikopter tiba di lokasi, para prajurit langsung bergerak menuju titik kebakaran. Mereka melakukan pemadaman secara langsung sekaligus berupaya mencegah api merambat dan meluas ke kawasan hutan lainnya.
Pengerahan Kopasgat ini menjadi bagian dari penanganan karhutla Riau secara terpadu. Selain mengandalkan pasukan darat, Satgas juga memperkuat penanganan melalui operasi udara, termasuk water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Penerjunan 13 prajurit melalui udara menunjukkan upaya Satgas Karhutla menjangkau titik api yang berada di kawasan sulit diakses, termasuk lokasi yang tidak memiliki jalur darat.



