POLEZ.ID – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP APKASINDO) resmi meluncurkan platform digital HargaSawitIndonesia.id, sebuah sistem informasi yang menyajikan data harga Tandan Buah Segar (TBS) dan Crude Palm Oil (CPO) secara terintegrasi dan real time dari berbagai wilayah di Indonesia.
Peluncuran platform ini dilatarbelakangi oleh anjloknya harga TBS petani sawit dalam beberapa pekan terakhir yang dinilai menunjukkan pentingnya akses informasi harga yang akurat dan mudah dijangkau oleh seluruh pelaku industri sawit.
Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Gulat Medali Emas Manurung, mengatakan keberadaan sistem tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi petani, pemerintah, perusahaan, hingga aparat penegak hukum dalam memantau perkembangan harga sawit nasional.
“Kami dari DPP APKASINDO, setelah melalui perjalanan cukup panjang, khususnya pasca ambruknya harga TBS petani sawit dalam tiga minggu terakhir, menyadari betapa pentingnya informasi terkini terkait harga TBS petani sawit, baik swadaya maupun bermitra. Informasi tersebut juga harus terhubung dengan harga CPO global dan domestik, terutama harga tender KPBN dan bursa CPO ICDX yang diumumkan setiap hari,” ujar Gulat.
Ia menjelaskan, sistem informasi tersebut dibangun melalui jaringan teknologi informasi APKASINDO dan diberi nama HargaSawitIndonesia.id. Saat ini platform tersebut telah dibuka untuk umum meski masih dalam tahap penyempurnaan.
“Kami membuka akses kepada masyarakat untuk memberikan masukan demi perbaikan dan penyempurnaan sistem, mengingat platform ini baru dikembangkan dalam sekitar dua pekan terakhir,” katanya.
Menurut Gulat, aplikasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan transparansi tata niaga sawit serta menjadi instrumen pengawasan harga bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Kami berharap sistem ini dapat berguna bagi seluruh stakeholder sawit, khususnya pemerintah dan Satgas Pangan Mabes Polri, untuk memonitor perkembangan harian harga TBS petani swadaya, petani mitra, maupun harga CPO,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris APKASINDO Riau, Djono Albar Burhan, menjelaskan bahwa platform tersebut dilengkapi berbagai fitur yang dirancang untuk memudahkan pengguna memperoleh informasi terkait industri sawit.
Pada halaman beranda, pengguna dapat melihat harga TBS petani swadaya dan plasma secara nasional, analisis harga wajar, daerah dengan harga TBS tertinggi dari 22 provinsi sentra sawit, hingga perkembangan harga CPO dunia dan domestik.
“Di beranda, pengguna bisa langsung melihat harga TBS nasional, baik swadaya maupun plasma. Selain itu tersedia analisis harga wajar, perbandingan harga antarprovinsi, serta informasi harga CPO Rotterdam, Malaysia, tender KPBN, dan bursa CPO ICDX,” jelas Djono.
Fitur wilayah memungkinkan pengguna mengakses data harga TBS dari berbagai daerah dalam periode tiga hingga enam bulan terakhir. Sementara fitur tren menyajikan pergerakan harga TBS dari bulan ke bulan, baik untuk petani swadaya maupun plasma.
Selain itu, tersedia fitur proyeksi yang memberikan gambaran arah pergerakan harga TBS dalam satu bulan ke depan, meski tidak dimaksudkan sebagai acuan utama dalam penetapan harga.
Platform ini juga menghadirkan fitur dunia yang menampilkan grafik harga CPO global dan domestik, fitur info yang memuat berbagai berita terkait industri kelapa sawit, serta fitur disparitas yang memperlihatkan selisih harga antara TBS petani plasma dan swadaya.
“Fitur lainnya menjadi pusat rangkuman berbagai data yang tersedia di aplikasi sehingga pengguna dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi harga sawit nasional,” ujarnya.
Djono optimistis kehadiran HargaSawitIndonesia.id akan meningkatkan keterbukaan informasi di sektor sawit dan membantu mencegah terjadinya gejolak harga yang merugikan petani.
“Melalui sistem ini, kami yakin transparansi akan semakin meningkat sehingga permasalahan goncangan harga seperti yang terjadi beberapa minggu terakhir dapat diminimalkan,” tutupnya.

