Search

22 April 2026

|

Nasional

BPA Fair 2026 Diluncurkan, Lelang 400 Aset Negara Dibuka untuk Publik

POLEZ.ID – Badan Pemulihan Aset (BPA) resmi meluncurkan program perdana bertajuk BPA Fair 2026 sebagai langkah strategis mempercepat pemulihan kerugian negara melalui mekanisme lelang terbuka yang transparan dan akuntabel.

Peluncuran kegiatan yang mengusung tema “Pemulihan Aset Untuk Kesempurnaan Keadilan” ini digelar pada Rabu (22/4/2026) di kantor BPA, Jakarta. Program ini digadang-gadang menjadi terobosan baru (game changer) dalam pengelolaan dan penyelesaian aset hasil penegakan hukum.

Kepala Badan Pemulihan Aset, Kuntadi, menyebutkan bahwa inovasi ini dirancang untuk menjawab berbagai kendala dalam proses lelang, termasuk masih rendahnya partisipasi masyarakat.

“Program ini disusun secara komprehensif untuk memperkuat sistem pemulihan aset nasional melalui integrasi data serta optimalisasi nilai ekonomi dan sosial dari aset hasil penegakan hukum,” ujarnya.

Rangkaian BPA Fair 2026 akan berlangsung pada 18 hingga 22 Mei 2026. Dalam kegiatan ini, masyarakat diberi kesempatan luas untuk berpartisipasi dalam lelang berbagai aset negara secara terbuka.

Sebanyak lebih dari 400 aset yang terbagi dalam 245 lot akan ditawarkan kepada publik, dengan target penjualan mencapai 75 persen. Nilai total aset bergerak yang dilelang diperkirakan menembus lebih dari Rp100 miliar.

Aset yang ditawarkan pun beragam, mulai dari perhiasan, tas mewah, kendaraan termasuk mobil sport, hingga karya seni bernilai tinggi seperti lukisan berbahan emas. Sekitar 90 persen aset yang dilelang merupakan aset bergerak, sehingga memudahkan masyarakat untuk melihat langsung objek lelang.

Dalam pelaksanaannya, BPA menggandeng Kementerian Keuangan serta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti BNI, Bank Mandiri, dan BSI. Kolaborasi ini mencakup dukungan sistem transaksi, pembayaran, hingga edukasi publik.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata keterbukaan dalam pengelolaan aset negara.

“Penegakan hukum tidak hanya berhenti pada penindakan, tetapi juga harus memastikan pemulihan kerugian negara. Ini sekaligus menjadi sarana edukasi publik terkait pengelolaan aset hasil penegakan hukum,” katanya.

Selain itu, BPA juga mengedepankan transformasi digital melalui sistem e-catalogue resmi untuk memastikan proses pendaftaran dan partisipasi masyarakat berlangsung terbuka dan setara.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai BPA Fair mampu memperkuat ekosistem aset dan properti berbasis syariah di Indonesia.

Sementara itu, Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan aset secara berkelanjutan guna menciptakan nilai tambah ekonomi.

Melalui pendekatan terintegrasi dan kolaboratif ini, BPA optimistis pengelolaan aset negara ke depan tidak hanya mendukung pemulihan kerugian negara, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas ekonomi serta peningkatan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

IMG-20260201-WA0010
IMG-20260201-WA0010

Sosial & Publik

Sosial & Publik

3 bulan ago