POLEZ.ID – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau, baik untuk pola kemitraan plasma maupun swadaya, kompak mengalami penurunan pada periode 22–28 April 2026. Penurunan ini dipicu melemahnya harga minyak sawit mentah (CPO) dan kernel di pasar.
Dinas Perkebunan Provinsi Riau menyebut, penetapan harga kali ini telah mengacu pada Permentan Nomor 13 Tahun 2024 serta Keputusan Dirjenbun Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025, dengan menggunakan tabel rendemen hasil kajian PPKS Medan.
Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi, menjelaskan bahwa pada pola kemitraan plasma, penurunan tertinggi terjadi pada kelompok umur 9 tahun sebesar Rp168,45/Kg atau turun 4,09 persen dari periode sebelumnya.
“Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu ke depan turun menjadi Rp3.948,38/Kg, dengan harga cangkang Rp17,90/Kg dan indeks K sebesar 92,08 persen,” ujarnya.
Ia menambahkan, penurunan harga ini dipengaruhi turunnya harga CPO sebesar Rp693,74/Kg dan kernel sebesar Rp20,31/Kg dibandingkan minggu lalu.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja, menyampaikan bahwa pada pola swadaya, penurunan tertinggi juga terjadi pada kelompok umur 9 tahun, yakni sebesar Rp131,78/Kg atau turun 3,22 persen.
“Untuk swadaya, harga tertinggi periode ini berada di angka Rp3.956,31/Kg, dengan harga cangkang Rp22,66/Kg dan indeks K sebesar 92,22 persen,” jelasnya.
Defris menambahkan, meski harga kernel mengalami kenaikan sebesar Rp141/Kg, namun penurunan harga CPO sebesar Rp595,65/Kg tetap menjadi faktor utama yang menekan harga TBS.
Dalam proses penetapan harga, terdapat sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang tidak melakukan penjualan. Sesuai aturan, digunakan harga rata-rata tim atau acuan harga KPBN.
Untuk periode ini, harga rata-rata CPO KPBN tercatat sebesar Rp15.437/Kg dan kernel Rp16.152/Kg.
Dinas Perkebunan Riau menegaskan akan terus memperbaiki tata kelola penetapan harga agar tetap transparan dan berkeadilan bagi petani maupun perusahaan.
“Komitmen bersama seluruh stakeholder, termasuk dukungan Pemerintah Provinsi Riau dan Kejati Riau, diharapkan mampu menjaga stabilitas dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tutupnya.
Daftar Harga TBS Plasma Riau (22–28 April 2026)
- Umur 3 tahun: Rp3.057,05
- Umur 4 tahun: Rp3.452,92
- Umur 5 tahun: Rp3.655,59
- Umur 6 tahun: Rp3.812,82
- Umur 7 tahun: Rp3.896,38
- Umur 8 tahun: Rp3.942,22
- Umur 9 tahun: Rp3.948,38
- Umur 10–20 tahun: Rp3.928,67
- Umur 21 tahun: Rp3.868,94
- Umur 22 tahun: Rp3.812,20
- Umur 23 tahun: Rp3.751,05
- Umur 24 tahun: Rp3.684,28
- Umur 25 tahun: Rp3.608,91
- Umur 26 tahun: Rp3.563,47
- Umur 27 tahun: Rp3.518,10
- Umur 28 tahun: Rp3.474,22
- Umur 29 tahun: Rp3.457,15
- Umur 30 tahun: Rp3.442,93
Daftar Harga TBS Swadaya Riau (22–28 April 2026)
- Umur 3 tahun: Rp3.072,63
- Umur 4 tahun: Rp3.420,80
- Umur 5 tahun: Rp3.664,78
- Umur 6 tahun: Rp3.804,05
- Umur 7 tahun: Rp3.890,52
- Umur 8 tahun: Rp3.936,91
- Umur 9 tahun: Rp3.956,31
- Umur 10–20 tahun: Rp3.918,35
- Umur 21 tahun: Rp3.855,48
- Umur 22 tahun: Rp3.782,20
- Umur 23 tahun: Rp3.698,85
- Umur 24 tahun: Rp3.635,54
- Umur 25 tahun: Rp3.583,84
- Umur 26 tahun: Rp3.565,13
- Umur 27 tahun: Rp3.536,47
- Umur 28 tahun: Rp3.481,90
- Umur 29 tahun: Rp3.441,60
- Umur 30 tahun: Rp3.349,50

