Hotspot Turun Usai Diguyur Hujan, Hari Ini Tersisa 69 Titik

Hotspot Turun Usai Diguyur Hujan, Hari Ini Tersisa 69 TitikYPASNEWS

POLEZ.ID – Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau turun drastis setelah sejumlah wilayah diguyur hujan. Berdasarkan data BMKG Pekanbaru, kini tersisa 69 titik panas yang terdeteksi di Riau.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir P, mengatakan data tersebut merupakan hasil pemantauan hingga Rabu (26/8/2026) pukul 23.00 WIB dan diperbarui pada Kamis (27/8/2026) pukul 07.00 WIB.

Jumlah tersebut turun signifikan dibandingkan pemantauan sebelumnya yang mencapai 223 titik. Artinya, terjadi penurunan 154 hotspot atau sekitar 69 persen.

Penurunan hotspot ini terjadi setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah Riau. Kondisi tersebut turut membantu membasahi lahan dan menekan potensi munculnya titik api, terutama di wilayah yang sebelumnya terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hotspot masih ditemukan di lima wilayah. Kabupaten Indragiri Hilir menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni 22 titik, disusul Pelalawan 21 titik dan Indragiri Hulu 16 titik.

Kemudian Kabupaten Siak terdeteksi 8 titik panas dan Kuantan Singingi 2 titik.

Secara keseluruhan, jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 1.741 titik. Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbanyak dengan 1.090 titik, diikuti Bangka Belitung 264 titik, Lampung 155 titik, Aceh 91 titik, Jambi 51 titik, Kepulauan Riau 16 titik, dan Bengkulu 5 titik.

Meski terjadi penurunan cukup tajam, potensi karhutla belum sepenuhnya berakhir. Petugas tetap perlu melakukan pemantauan dan pendinginan di lokasi yang sebelumnya terbakar untuk mencegah munculnya kembali api.

Apalagi, BMKG masih memprakirakan hujan turun di sejumlah wilayah Riau pada Kamis (27/8/2026).

Hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Pelalawan, Indragiri Hilir, dan Kuantan Singingi pada pagi hari. Sementara pada malam hingga dini hari, hujan berpotensi mengguyur Kuantan Singingi, Pelalawan, Bengkalis, Siak, dan Kota Pekanbaru.

Kondisi hujan tersebut diharapkan semakin membantu proses pemadaman dan pendinginan lahan, sekaligus menjaga agar titik panas di Riau tidak kembali meningkat.