Karhutla Hanguskan 5 Hektare Lahan Gambut di Rimbo Panjang, Polres Kampar Kerahkan Tim Gabungan dan Helikopter
YPASNEWS
POLEZ.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, belum sepenuhnya padam. Memasuki hari keenam penanganan, tim gabungan masih berjibaku memadamkan titik api yang membakar sekitar 5 hektare lahan.
Pemadaman dilakukan pada Kamis (20/8/2026) di kawasan antara Jalan Perwira dan Jalan Keluarga, Dusun II Desa Rimbo Panjang. Lahan yang terbakar merupakan gambut tebal yang ditumbuhi semak belukar.
Tim gabungan yang dikerahkan terdiri dari personel Polri, TNI, dan Manggala Agni. Sebanyak 27 personel diterjunkan, masing-masing 9 anggota Polri, 9 personel TNI, dan 9 personel Manggala Agni.
Berbagai peralatan juga disiapkan untuk mendukung proses pemadaman. Di antaranya enam kendaraan roda dua, empat kendaraan roda empat, satu unit tangki air besar, tiga mesin ministrek, tiga nosel, serta 32 gulung selang berukuran 1,5 inci.
Tak hanya melalui jalur darat, upaya pemadaman juga diperkuat dengan dukungan udara. Satu unit helikopter water bombing dikerahkan untuk membantu menjangkau titik-titik api yang sulit ditangani dari darat.
Meski lokasi kebakaran berada tidak jauh dari akses jalan umum, kondisi medan gambut membuat proses pemadaman tidak mudah. Angin kencang membuat api berpotensi cepat menjalar, sementara kepulan asap mengganggu jarak pandang dan menyulitkan petugas menyemprotkan air ke titik pusat api.
Tim gabungan tidak hanya fokus memadamkan api yang terlihat di permukaan. Petugas juga melakukan penyekatan terhadap area yang belum terbakar untuk mencegah api meluas.
Police line turut dipasang di sepanjang garis tempat kejadian perkara (TKP). Langkah tersebut dilakukan sebagai batas pengamanan sekaligus mencegah pihak yang tidak berkepentingan masuk ke lokasi kebakaran.
Hingga sekitar pukul 17.30 WIB, proses penanganan harus disesuaikan dengan kondisi lapangan. Persediaan air di lokasi telah habis, sementara kepulan asap masih terlihat dari sejumlah titik.
Kondisi tersebut mengindikasikan masih adanya potensi panas di dalam lapisan gambut. Tim kemudian memutuskan melanjutkan proses pendinginan pada hari berikutnya.
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengatakan pihaknya serius menangani setiap titik api yang muncul di wilayah Kampar.
“Kami serius menanggapi setiap titik api di wilayah Kampar. Meskipun dihadapkan pada medan gambut yang sulit dan angin yang menantang, sinergi antara Polri, TNI, dan Manggala Agni tetap solid bekerja,” kata Boby dalam keterangannya.
Dia mengatakan berbagai upaya dilakukan untuk memastikan api dapat dikendalikan, mulai dari pengerahan peralatan pemadaman melalui jalur darat hingga dukungan helikopter.
“Kami kerahkan segala daya upaya, mulai dari peralatan darat hingga dukungan helikopter. Pemasangan police line juga kami lakukan untuk ketertiban dan keamanan TKP,” ujarnya.
Boby menegaskan meski proses pemadaman dihentikan sementara karena keterbatasan air, petugas tetap melakukan pemantauan di lokasi.
“Meski hari ini harus berhenti karena keterbatasan air, tim kami tetap waspada dan siap kembali melanjutkan pendinginan esok hari agar api benar-benar mati total,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi lahan gambut yang mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan yang berisiko tinggi ini,” katanya.
Selama proses penanganan, petugas mengutamakan keselamatan personel dan keamanan masyarakat di sekitar lokasi. Hingga operasi hari keenam, situasi di lokasi kebakaran terpantau aman, terkendali, dan kondusif.
Sementara itu, identitas pemilik lahan yang terbakar masih dalam proses penelusuran lebih lanjut.



