Kebakaran 2 Hektare Kebun Kelapa di Inhil Padam, Petugas Temukan Bangkai Ular 3 Meter

Kebakaran 2 Hektare Kebun Kelapa di Inhil Padam, Petugas Temukan Bangkai Ular 3 MeterYPASNEWS
Kebakaran kebun kelapa di Inhil

POLEZ.ID – Kebakaran melanda perkebunan kelapa milik warga di Dusun Sungai Cakah, Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Api membakar lahan sekitar dua hektare sebelum akhirnya berhasil dipadamkan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Inhil, Junaidy mengatakan, kebakaran berhasil dipadamkan pada Minggu (13/9) sore menjelang magrib.

“Sudah padam kemarin sore menjelang magrib. Diperkirakan luasan lahan terbakar dua hektar,” kata Junaidy, Senin (14/9/2026).

Kebakaran tidak hanya menghanguskan tanaman kelapa. Sejumlah pohon pinang yang ditanam sebagai tanaman tumpang sari juga ikut terbakar.

Saat melakukan penyisiran di lokasi, petugas menemukan bangkai seekor ular di antara bongkahan akar kelapa yang telah tumbang. Ular tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar tiga meter.

Di dekat bangkai ular, petugas juga menemukan sejumlah telur dalam kondisi gosong akibat terbakar.

“Ya petugas kita menemukan bangkai ular, di lokasi bekas lahan terbakar, ada juga telurnya. Kita duga memang telurnya karena berdekatan dengan bangkai ular itu,” ungkap Junaidy.

Proses pemadaman melibatkan tim gabungan dari DPKP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI-Polri dan tim pemadam dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Junaidy mengatakan, proses pemadaman berlangsung cukup sulit. Kondisi lahan gambut yang kering membuat api mudah menjalar, sementara sumber air di sekitar lokasi sangat terbatas.

“Petugas harus bekerja keras karena sumber air cukup minim. Kondisi lahan gambut yang kering juga membuat api dengan cepat menjalar dan melahap areal perkebunan kelapa milik warga,” ujarnya.

Petugas baru mendapat tambahan sumber air setelah air mulai pasang sekitar pukul 16.00 WIB. Aliran air pasang kemudian dimanfaatkan untuk mengisi armada pemadam.

Namun, lokasi sumber air cukup jauh dari titik kebakaran. Dua armada pemadam harus bergantian bolak-balik mengambil air untuk menyuplai proses pemadaman.

Sementara itu, personel BPBD bersama TNI-Polri menerobos masuk ke areal perkebunan untuk menjangkau titik api yang tidak dapat didekati kendaraan pemadam.

Mereka menggunakan peralatan pemadam portable untuk memadamkan api di bagian dalam perkebunan.

Setelah berjibaku memadamkan api, tim gabungan akhirnya berhasil menjinakkan kebakaran sekitar pukul 18.00 WIB.

Petugas kemudian melakukan pendinginan di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan mencegah munculnya kebakaran susulan.