Produksi Sawit RI Naik 15,8%, Ekspor Melonjak 64%
YPASNEWS
POLEZ.ID — Industri kelapa sawit Indonesia mencatat pertumbuhan positif sepanjang Januari-Juni 2026. Produksi dan konsumsi meningkat, sementara ekspor melonjak sehingga stok akhir Juni tetap terjaga meski mengalami tekanan akibat tingginya penyerapan pasar.
Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Mukti Sardjono mengatakan produksi crude palm oil (CPO) pada Juni 2026 mencapai 4,823 juta ton. Angka tersebut meningkat 8,59% dibandingkan produksi Mei 2026 yang mencapai 4,165 juta ton.
“Produksi PO dan PKO pada bulan Juni meningkat dibandingkan Mei namun peningkatan konsumsi dan ekspor PO dan PKO meningkat lebih besar, sehingga stok menurun,” kata Mukti dalam keterangannya.
Produksi palm kernel oil (PKO) pada Juni juga naik menjadi 449 ribu ton dari 387 ribu ton pada Mei. Dengan demikian, total produksi CPO dan PKO mencapai 5,277 juta ton, naik 8,59% dibandingkan Mei yang sebesar 4,552 juta ton.
Jika dihitung secara kumulatif, produksi CPO dan PKO sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 30,284 juta ton. Angka ini naik 15,82% dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat 27,889 juta ton.
Di sisi lain, konsumsi dalam negeri juga meningkat. Pada Juni 2026, konsumsi domestik mencapai 2,201 juta ton atau naik 5,92% dibandingkan Mei sebesar 2,078 juta ton.
Kenaikan konsumsi terutama berasal dari sektor biodiesel yang mencapai 1,131 juta ton, meningkat dari 1,035 juta ton pada Mei. Konsumsi pangan juga naik menjadi 878 ribu ton dari 856 ribu ton, sedangkan konsumsi oleokimia meningkat menjadi 192 ribu ton dari 187 ribu ton.
Secara kumulatif Januari-Juni 2026, konsumsi dalam negeri mencapai 12,994 juta ton. Jumlah tersebut meningkat 5,48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 12,272 juta ton.
Ekspor Melonjak 64%
Lonjakan paling besar terjadi pada ekspor. Total ekspor produk sawit pada Juni 2026 mencapai 3,275 juta ton, naik 64,08% dibandingkan Mei yang sebesar 1,996 juta ton.
Ekspor olahan minyak sawit mencapai 2,357 juta ton, naik 66% dari 1,423 juta ton. Sementara ekspor CPO melonjak menjadi 335 ribu ton dari 31 ribu ton atau meningkat sekitar 980%.
Ekspor olahan minyak inti sawit juga naik 110%, dari 55 ribu ton menjadi 116 ribu ton.
Meski ekspor melonjak pada Juni, secara kumulatif Januari-Juni 2026 total ekspor produk sawit mencapai 16,595 juta ton. Angka ini naik 5,79% dibandingkan periode yang sama 2025 sebesar 15,686 juta ton.
Nilai ekspor pun ikut terdongkrak. Pada Juni 2026, nilai ekspor produk sawit mencapai US$3,92 miliar, naik 57,45% dibandingkan Mei yang sebesar US$2,49 miliar.
Mukti mengatakan kenaikan nilai ekspor tersebut terutama didorong lonjakan volume ekspor. Hal itu terjadi meskipun rata-rata harga ekspor CPO pada Juni turun menjadi US$1.174 per ton dari US$1.227 per ton pada Mei.
“Penurunan harga ini sejalan dengan penurunan harga di MDEX dari US$1.134 per ton pada bulan Mei menjadi US$1.107 di bulan Juni,” ujarnya.
Secara kumulatif, nilai ekspor produk sawit Indonesia sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai US$19,45 miliar. Nilai tersebut meningkat 12,57% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar US$17,277 miliar.
Rata-rata harga ekspor CPO selama enam bulan pertama 2026 tercatat US$1.132 per ton. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata Januari-Juni 2025 sebesar US$1.088 per ton.
India hingga China Jadi Tujuan Utama
Kenaikan ekspor pada Juni terjadi di sejumlah negara tujuan. Ekspor ke India mencapai 328 ribu ton atau naik 396% dibandingkan Mei.
Ekspor ke China mencapai 256 ribu ton atau meningkat 67%, Pakistan 132 ribu ton atau naik 88%, Malaysia 129 ribu ton atau naik 149%, Afrika 114 ribu ton atau naik 45%, Bangladesh 98 ribu ton atau naik 133%, dan Amerika Serikat 85 ribu ton atau naik 64%.
Sementara itu, ekspor ke Rusia turun menjadi 25 ribu ton atau berkurang 20%. Ekspor ke Uni Eropa (EU) 27 juga turun 2% menjadi 4 ribu ton.
Jika dilihat secara kumulatif Januari-Juni 2026, ekspor ke China meningkat 31% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ekspor ke Malaysia naik 13%, Rusia 7%, Afrika 4%, dan Bangladesh 4%.
Sebaliknya, ekspor ke Amerika Serikat turun 8%, India turun 7%, Pakistan turun 7%, dan EU 27 turun 1%.
Stok Akhir Juni 2,84 Juta Ton
Dengan stok awal tahun sebesar 2,068 juta ton, produksi Januari-Juni 2026 mencapai 30,284 juta ton. Dalam periode yang sama, konsumsi domestik tercatat 12,994 juta ton, sedangkan ekspor mencapai 16,595 juta ton.
Adapun impor produk sawit tercatat 32 ribu ton.
Berdasarkan neraca tersebut, stok akhir produk sawit Indonesia pada Juni 2026 tercatat sebesar 2,844 juta ton.



