Puluhan Ponton Diduga PETI Kembali Muncul Saat Pacu Jalur, Klaim Sungai Kuantan Bersih Dipertanyakan
YPASNEWS
POLEZ.ID – Klaim keberhasilan penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, kembali menjadi sorotan.
Puluhan ponton atau rakit dompeng yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI dilaporkan masih terlihat di aliran Sungai Kuantan saat Festival Pacu Jalur 2026 berlangsung.
Temuan tersebut terjadi pada Rabu (19/8/2026), bertepatan dengan hari pertama perhelatan Pacu Jalur. Puluhan ponton disebut terlihat berjejer di sepanjang Sungai Kuantan, tepatnya di Desa Koto Cerenti, Kecamatan Cerenti.
Keberadaan ponton-ponton itu juga terekam dalam unggahan media sosial Facebook akun Zeli Modiste. Dalam unggahan tersebut terlihat aktivitas di sekitar lokasi, termasuk sejumlah warga dan aparat kepolisian.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penertiban PETI yang sebelumnya dilakukan aparat kepolisian.
Sebelumnya, Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi menyatakan operasi penindakan PETI yang digelar pada 1-14 Agustus 2026 berhasil membersihkan aktivitas tambang ilegal di wilayah hukum Polres Kuansing.
Namun, temuan puluhan ponton di Sungai Kuantan saat Pacu Jalur berlangsung mengindikasikan masih adanya aktivitas yang perlu ditindaklanjuti.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku melihat puluhan ponton tersebut pada Rabu pagi. Menurutnya, sejumlah warga bahkan berkumpul di tepian sungai untuk menyaksikan aktivitas tersebut dari seberang.
Keramba Warga Terdampak
Dugaan aktivitas PETI juga disebut berdampak terhadap masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari Sungai Kuantan.
Salah satunya pelaku usaha keramba ikan. Kondisi sungai yang disebut semakin keruh dan dangkal membuat budidaya ikan warga terganggu.
“Usaha keramba warga mulai terganggu. Air sungai jadi keruh dan dangkal, ikan banyak yang mati,” ujar sumber tersebut.
Warga juga disebut telah melaporkan keberadaan ponton tersebut kepada pihak kepolisian.
Namun, menurut sumber itu, aparat tidak langsung datang ke lokasi. Penertiban baru dilakukan pada sore hari.
“Pagi sempat dilaporkan, tapi petugas belum langsung datang. Katanya sedang ada kegiatan lain. Sore baru dibubarkan,” katanya.
Polda Riau Cek Lokasi
Polda Riau memastikan informasi mengenai dugaan aktivitas PETI tersebut masih dilakukan pengecekan.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akmadi mengatakan pihaknya tengah memastikan kondisi di lapangan.
“Masih kita cek,” ujar Akmadi, Kamis (20/8/2026).
Munculnya kembali laporan aktivitas PETI setelah operasi penindakan menjadi perhatian tersendiri. Apalagi, keberadaan ponton tersebut dilaporkan muncul ketika Sungai Kuantan tengah menjadi pusat perhatian masyarakat dalam Festival Pacu Jalur 2026.
Sungai Kuantan bukan hanya menjadi sumber penghidupan masyarakat, tetapi juga memiliki nilai penting bagi tradisi dan budaya Kuansing.
Karena itu, masyarakat berharap penertiban PETI tidak berhenti pada operasi sesaat. Pengawasan dan penindakan dinilai perlu dilakukan secara konsisten untuk memastikan Sungai Kuantan benar-benar terbebas dari aktivitas tambang ilegal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan mata pencaharian warga.



