Search

21 Juli 2026

|

Ekonomi & Bisnis

Riset Sawit Jangan Berhenti di Jurnal, GAPKI Dorong Inovasi yang Menjawab Kebutuhan Industri

POLEZ.ID – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menegaskan bahwa riset di sektor kelapa sawit harus mampu menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan di lapangan dan menjawab kebutuhan nyata industri, bukan sekadar menghasilkan publikasi ilmiah.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui penandatanganan Komitmen Bersama antara Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), dan GAPKI dalam mendukung Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan melalui Kegiatan Beasiswa Kelapa Sawit.

Kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku industri dalam mencetak SDM sawit yang unggul sekaligus mendorong lahirnya penelitian yang mampu memberikan solusi atas berbagai tantangan di sektor perkebunan kelapa sawit.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengatakan, industri kelapa sawit membutuhkan hasil riset yang mampu memberikan manfaat nyata bagi perusahaan maupun petani.

“Industri kelapa sawit membutuhkan riset yang mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai tantangan yang dihadapi,” kata Eddy, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, salah satu persoalan yang membutuhkan perhatian serius adalah serangan jamur Ganoderma yang menyebabkan tanaman kelapa sawit mati. Bahkan, penyakit tersebut kini mulai ditemukan pada tanaman hasil peremajaan generasi awal.

“Ganoderma menjadi contoh mengapa riset terapan sangat dibutuhkan. Kita memerlukan teknologi yang tidak hanya mampu mendeteksi lebih dini, tetapi juga menemukan cara pengendaliannya. Persoalan seperti ini sangat dirasakan perusahaan maupun petani sawit,” ujarnya.

Eddy menambahkan, perguruan tinggi perlu semakin memahami kebutuhan industri saat menentukan tema penelitian. Dengan begitu, hasil riset mahasiswa maupun akademisi tidak berhenti sebagai karya ilmiah, melainkan dapat diimplementasikan untuk mendukung pengembangan sektor sawit nasional.

“Mahasiswa dan peneliti perlu melihat kebutuhan industri terlebih dahulu. Kalau memahami persoalan yang dihadapi di lapangan, maka riset yang dihasilkan akan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang nyata,” katanya.

Dalam komitmen bersama tersebut, GAPKI berperan memfasilitasi kampus dan mahasiswa melalui perusahaan-perusahaan anggotanya. Dukungan yang diberikan meliputi penyediaan tempat magang, penyusunan kurikulum, hingga pelaksanaan praktik kerja lapangan (PKL) agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Berdasarkan data BPDP, sejak Program Grant Riset Sawit dimulai pada 2015 telah didukung 466 kontrak penelitian yang melibatkan 109 lembaga penelitian, 1.873 peneliti, dan 383 mahasiswa. Program tersebut menghasilkan 395 publikasi ilmiah serta 84 paten.

Pada 2026, BPDP kembali menandatangani 56 kontrak riset baru, termasuk penelitian mengenai pengembangan kelapa nasional dan kesiapan implementasi biodiesel B50. Penelitian tersebut mencakup bidang budidaya, bioenergi, oleokimia, biomaterial, lingkungan, sosial ekonomi, hingga teknologi informasi.

Di bidang pengembangan SDM, BPDP telah bekerja sama dengan 44 perguruan tinggi, memberikan beasiswa kepada 13.265 mahasiswa, serta melatih lebih dari 30 ribu petani dan pekebun guna mempercepat adopsi inovasi di lapangan.

Lebih dari 100 hasil riset BPDP juga telah memasuki tahap komersialisasi, mulai dari penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan industri hingga melahirkan startup berbasis hasil penelitian.

Penandatanganan Komitmen Bersama tersebut berlangsung dalam rangkaian Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 yang digelar BPDP pada 20–21 Juli 2026 di Jakarta. Mengusung tema “Shaping the Palm Oil Industry Ecosystems for a Sustainable Future”, kegiatan ini menjadi wadah diseminasi hasil penelitian, pertukaran pengetahuan, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, peneliti, dan pelaku industri guna mempercepat pemanfaatan hasil riset untuk mendukung industri kelapa sawit Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan.

IMG-20260715-WA0138
IMG-20260715-WA0138

Hukum & Kriminal

Hukum & Kriminal

6 hari ago

Oplus_131072
Oplus_131072

Hukum & Kriminal

Hukum & Kriminal

5 bulan ago

Ilustrasi cuaca Riau.
Ilustrasi cuaca Riau.

Lingkungan

Lingkungan

6 bulan ago