Search

27 Juli 2026

|

Nasional

SPNMI Menyayangkan Pernyataan Mantan Panglima TNI Mendiskreditkan Kapolri

JAKARTA, Polez.id – Banter Adis Munandar, selaku Ketua Umum Serikat Pemuda Nusantara Muslim Indonesia (SPNMI) menyampaikan pandangan kritis atas pernyataan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo yang dinilai mendiskreditkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Dia menilai mantan panglima TNI itu diduga berupaya merusak kepercayaan publik terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia.

Selain itu, narasinya juga tidak berdiri di atas pemahaman utuh terhadap konteks pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI.

Ia menilai frasa “sampai titik darah penghabisan” sengaja dipotong dan ditafsirkan secara keliru sehingga membangun opini yang tidak sesuai dengan substansi aslinya.

Adis menegaskan bahwa pernyataan Kapolri sama sekali tidak mencerminkan sikap pembangkangan terhadap Presiden.

Justru sebaliknya, komitmen tersebut merupakan penegasan loyalitas Polri terhadap konstitusi dan garis komando yang telah diatur secara tegas dalam sistem ketatanegaraan.

“Yang berbahaya justru narasi provokatif yang menggiring persepsi publik seolah-olah terjadi konflik antar lembaga negara. Ini bukan kritik konstruktif, melainkan framing yang bisa memecah soliditas institusi,” ujar Adis dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Ia juga menilai tudingan personal terhadap Kapolri tidak memiliki dasar objektif dan cenderung sarat kepentingan politik. Menurutnya, pendekatan semacam itu hanya memperkeruh suasana dan tidak memberikan kontribusi positif bagi demokrasi maupun penegakan hukum.

Adis mengingatkan bahwa pernyataan Gatot Nurmantyo juga bertolak belakang dengan penegasan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman yang menyatakan bahwa sikap Kapolri menolak wacana Polri berada di bawah kementerian justru sejalan dengan arahan dan kehendak Presiden Prabowo Subianto.

“Publik perlu mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang. Literasi politik dan hukum harus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terjebak pada opini yang dibangun tanpa dasar fakta,” pungkasnya.

IMG-20260303-WA0017
IMG-20260303-WA0017

Hukum & Kriminal

Hukum & Kriminal

5 bulan ago

IMG-20260504-WA0071
IMG-20260504-WA0071

Hukum & Kriminal

Hukum & Kriminal

3 bulan ago

IMG-20260423-WA0007
IMG-20260423-WA0007

Hukum & Kriminal

Hukum & Kriminal

3 bulan ago

20260701_101650
20260701_101650

Hukum & Kriminal

Hukum & Kriminal

4 minggu ago