Tak Ada Potensi Hujan, 23 Titik Panas Terdeteksi di Riau Hari Ini
YPASNEWS
POLEZ.ID – Cuaca di Provinsi Riau pada Rabu (12/8/2026) diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Di tengah kondisi tersebut, jumlah titik panas atau hotspot di Riau justru mengalami penurunan signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy S, mengatakan pada pagi hari cuaca Riau diprakirakan berupa udara kabur hingga cerah berawan. Kondisi cerah berawan hingga berawan diprakirakan terjadi pada siang hingga sore hari dan berlanjut pada malam hari.
“Sementara pada dini hari, cuaca diprakirakan udara kabur hingga berawan,” ujar Putri berdasarkan informasi BMKG Pekanbaru yang diperbarui Rabu (12/8/2026) pukul 07.00 WIB.
BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Riau. Suhu udara diprakirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 50 hingga 98 persen.
Angin diprakirakan bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.
Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter dan masih berada dalam kategori rendah.
Sementara itu, pemantauan hotspot menunjukkan penurunan cukup signifikan. Dari sebelumnya 53 titik panas yang terdeteksi di Riau, kini jumlahnya turun menjadi 23 titik.
Artinya, terjadi penurunan sebanyak 30 titik atau lebih dari separuh dibandingkan pemantauan sebelumnya.
Puluhan hotspot tersebut tersebar di enam kabupaten/kota. Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 12 titik.
Selanjutnya Kabupaten Indragiri Hilir terpantau enam titik, Kabupaten Siak dua titik, serta Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru masing-masing satu titik.
Secara keseluruhan, jumlah hotspot di wilayah Sumatera juga turun dari 696 titik menjadi 501 titik.
Hotspot terbanyak terpantau di Sumatera Selatan dengan 168 titik, disusul Bangka Belitung 112 titik, Lampung 78 titik dan Jambi 64 titik. Kemudian Aceh 23 titik, Kepulauan Riau 14 titik, Sumatera Barat sembilan titik, Bengkulu enam titik dan Sumatera Utara empat titik.
Penurunan jumlah hotspot tersebut menjadi perkembangan positif dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Meski demikian, kewaspadaan tetap perlu dijaga karena titik panas masih terdeteksi di sejumlah wilayah.
BMKG mengimbau masyarakat tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya karhutla.



