Warga Desa Sungai Langsat: “Kalau Kemarau Makan Debu, Kalau Hujan Makan Lumpur”
YPASNEWS
POLEZ.ID – Masyarakat yang tinggal di jalur jalan Desa Sungai Langsat, Kecamatan Pangean, Kuantan Singingi (Kuansing), Riau menganggap belum merasakan ‘Kemerdekaan’ yang sesungguhnya.
Pasalnya, mereka dirundung masalah saat musim panas begitu pula ketika hujan turun. ” Jalan berdebu saat musim kemarau, hujan tiba jalan lunyu dan berlumpur hingga sulit dilewati,” kata Aprison, tokoh masyarakat desa setempat.
Dia menaruh harapan besar agar anggota DPRD Kuansing turun langsung melihat kondisi masyarakat saat ini.
“Pak dewan yang terhormat, tolong lihat kami yang berada di bawah. Debu dari aktivitas kendaraan mengganggu pengguna jalan,” bebernya.
Menurutnya, kondisi tersebut juga dirasakan anak-anak sekolah. Setiap berangkat dan pulang sekolah, pakaian mereka disebut kerap terkena debu hingga berubah warna.
Warga Mempertanyakan Fungsi Pembangunan Jalan Tersebut.
“Jalan ini sebenarnya dibangun pemerintah untuk kepentingan masyarakat atau lebih banyak digunakan sebagai jalan produksi perusahaan tertentu?” demikian pertanyaan yang disampaikan warga.
Legislatif dan eksekutif seyogyanya tidak hanya mendengar keluhan dari jauh, tetapi turun langsung ke lapangan dan melihat kondisi jalan serta dampaknya terhadap kehidupan warga.
Warga juga berharap Desa Sungai Langsat mendapatkan perhatian yang sama seperti desa-desa lainnya di Kabupaten Kuantan Singingi yang telah menikmati akses jalan yang lebih layak.
Bagi beliau, jalan yang layak bukan sekadar pembangunan fisik. Jalan adalah akses pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan bagian dari hak masyarakat untuk menikmati pembangunan.
Kini Warga Menunggu Langkah Nyata Pemerintah.
Kemerdekaan bagi masyarakat bukan hanya tentang perayaan dan upacara. Kemerdekaan juga berarti bisa hidup dengan nyaman, anak-anak dapat pergi ke sekolah tanpa harus menghirup debu, dan warga memiliki jalan yang layak. (Boby Tampubolon)



