Antrean BBM Mengular di Sejumlah SPBU Riau, Pertamina Tambah Pasokan 28 Persen

Antrean BBM Mengular di Sejumlah SPBU Riau, Pertamina Tambah Pasokan 28 PersenYPASNEWS

POLEZ.ID – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Riau menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Riau. Pertamina Patra Niaga diminta memastikan pasokan BBM tetap aman dan distribusinya berjalan lancar agar masyarakat tidak dirugikan.

Persoalan tersebut dibahas dalam audiensi Plt Gubernur Riau SF Hariyanto bersama Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fanda Chrismianto di Ruang Kerja Wakil Gubernur Riau, Kamis (8/10/2026).

SF Hariyanto meminta Pertamina segera mengevaluasi kondisi di SPBU yang mengalami antrean panjang. Pengawasan juga diminta diperkuat untuk mencegah adanya penimbunan maupun penyalahgunaan BBM.

“Kita minta persoalan antrean BBM ini segera ditertibkan, termasuk apabila ada oknum yang melakukan penimbunan dan memanfaatkan kondisi yang terjadi. Jangan sampai masyarakat dirugikan dan persoalan ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” tegas SF.

Pemprov Riau juga meminta Pertamina memberikan penjelasan mengenai kondisi stok, kuota, serta langkah yang dilakukan untuk mengatasi antrean BBM.

“Pertamina perlu menjelaskan kondisi ketersediaan dan kuota BBM serta langkah yang dilakukan untuk mengatasi antrean ini. Riau sebagai daerah penghasil minyak tentunya berharap kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi dengan baik dan tidak menimbulkan gejolak,” katanya.

Selain persoalan pasokan, SF meminta koordinasi antara Pertamina, Dinas Perhubungan dan kepolisian diperkuat. Antrean kendaraan di SPBU dinilai berpotensi mengganggu arus lalu lintas jika tidak segera ditangani.

“Antrean panjang ini jangan sampai menghabiskan waktu masyarakat, menimbulkan kemacetan, dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Kita ingin persoalan ini diselesaikan dengan baik melalui koordinasi bersama, sehingga masyarakat tetap mendapatkan pelayanan BBM dengan aman dan tertib,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Fanda Chrismianto mengatakan Pertamina terus berupaya menjaga pelayanan BBM dan LPG kepada masyarakat. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan dalam menghadapi kondisi di lapangan.

“Pertamina dalam menjalankan tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik BBM maupun LPG, tentu tidak pernah bisa sendirian. Kami membutuhkan support dan dukungan dari stakeholder yang ada di daerah untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” kata Fanda.

Fanda menyebut kondisi geopolitik di Timur Tengah turut berdampak terhadap ketersediaan BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi. Kondisi tersebut juga memberikan tekanan terhadap anggaran.

Untuk menjaga pasokan, Pertamina mengaku telah meningkatkan penyaluran BBM ke SPBU sekitar 28 persen. Selain itu, jumlah mobil tangki juga ditambah untuk mendukung distribusi.

“Kondisi geopolitik Timur Tengah memberikan dampak terhadap ketersediaan BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, dan juga memberikan tekanan terhadap beban anggaran. Kami sudah menambah pasokan yang disalurkan ke SPBU sekitar 28 persen, menambah jumlah mobil tangki, dan terus melakukan upaya untuk mengatasi kondisi ini,” jelasnya.

Fanda mengapresiasi koordinasi yang dibangun Pemprov Riau. Ia berharap persoalan yang muncul di lapangan dapat segera dibahas dan diselesaikan bersama.

Di sisi lain, SF Hariyanto juga meminta Pertamina menyelesaikan kewajiban perpajakan yang masih menjadi tanggung jawab perusahaan kepada pemerintah daerah.

“Kita juga meminta kewajiban perpajakan yang masih menjadi tanggung jawab Pertamina kepada pemerintah daerah segera diselesaikan. Semua kewajiban harus kita pastikan berjalan sesuai aturan agar hubungan kerja sama antara pemerintah daerah dan Pertamina semakin baik,” tuturnya.