Geger! Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Danau Desa Kebun Lado
YPASNEWS
POLEZ.ID – Warga Desa Kebun Lado, Kecamatan Singingi, Kuatan Singgingi (Kuansing) digegerkan dengan penemuan sesosok mayat lelaki yang mengapung di Danau Rawa, Jumat (18/9/2026), sekira pukul 10.45 WIB.
Pria tersebut diduga berinisial RF, (22) laki-laki kelahiran 27 Oktober 2003 dan merupakan warga Desa Kebun Lado. Korban ditemukan dalam posisi terlungkup.
Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh dua orang warga, TH (48) dan S (48), mencari korban RF (22) yang telah hilang sejak Rabu 16 September 2026.
“Saksi TH melihat seseorang dalam posisi telungkup di dalam air yang diduga merupakan mayat manusia saat melakukan pencarian menuju Jalan Pulau Pondok, Desa Kebun Lado,” terang AKP Azhari, Kapolsek Singingi.
Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada I (47), salah seorang tokoh masyarakat yang dituakan di Desa Kebun Lado. Selanjutnya, saksi I (47) melaporkan penemuan tersebut kepada Polsek Singingi.
Laporan diterima, personel Polsek Singingi bersama personel Satreskrim Polres Kuantan Singingi mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan, pemeriksaan awal dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Dari lokasi, petugas menemukan sejumlah barang, yakni dua unit smartphone yang berada di dalam saku celana korban, satu bungkus rokok Sampoerna, satu unit sepeda motor Kawasaki KLX warna hitam tanpa nomor polisi yang ditemukan di dalam danau, satu sandal sebelah kanan warna hitam merek Swallow serta satu pisau lipat.
Kata Azhari, sepeda motor Kawasaki KLX tersebut ditemukan dalam kondisi stang bengkok, batok lampu depan hilang dan spakbor depan mengalami goresan.
“Petugas juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mendalami peristiwa tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, jenazah dibawa ke BLUD UPTD Puskesmas Muara Lembu untuk pemeriksaan medis,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter BLUD UPTD Puskesmas Muara Lembu, penyebab kematian korban belum dapat diketahui secara pasti.
Untuk pemeriksaan lebih lanjut, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk dilakukan pemeriksaan dan autopsi oleh dokter forensik.
Kendati demikian pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap penemuan tersebut, termasuk mendalami keterangan para saksi dan hasil pemeriksaan forensik untuk mengetahui penyebab kematian korban.
“Kami terus melakukan pendalaman. Untuk penyebab kematian, kita menunggu hasil pemeriksaan dan autopsi dokter forensik,” pungkasnya.



