POLEZ.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan ID:MBNNHSSG di Kelurahan Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, Kuantan Singingi (Kuansing), Riau ditaksir sudah tiga minggu tidak beroperasi.
Dengan kondisi itu, banyak yang bertanya-tanya persoalan apa yang terjadi? Apakah ada kaitanya dalam rangkaian kasus dugaan korupsi penyimpangan tata kelola program MBG yang dilakukan pejabat teras Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, Dkk yang ditetapkan Kejagung sebagai tersangka.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi (Kuansing), diminta untuk menyelidiki dan memeriksa pihak SPPG Sungai Jering supaya publik mengetahui secara rinci status pelayanan gizi tersebut.
Hal ini tentunya sejalan dengan arahan Kejaksaan Agung. Di mana, jajaran kejaksaan di daerah untuk mengungkap SPPG yang diduga terindikasi terlibat dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Langkah ini dilakukan untuk mendukung pengembangan penyidikan yang saat ini masih berjalan di tingkat pusat,” terang Anang Supriatna, selaku Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung pada Senin (15/6/2026).
Sementara itu, Sunardi Efendi S.H selaku Kasi Intel Kejari Kuansing saat dikonfirmasi Polez.id menuturkan bahwa, pihaknya sejauh ini belum menemukan SPPG yang terlibat dalam rangkaian kasus yang dilakukan tersangka mantan Kepala BGN.
“Kami tetap melakukan pemantauan terkait hal tersebut sesuai perintah pimpinan,” kata dia.
Kendati demikian beliau belum mengetahui adanya dapur SPPG terhenti dalam pemenuhan gizi ke sekolah-sekolah seperti SPPG Kelurahan Sungai Jering. “Belum termonitor bg, kami masih melakukan pemantauan,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Arif, selaku pihak SPPG Sungai Jering saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2026), tidak membantah bahwa pihaknya saat ini tidak mendistribusikan MBG ke sekolah-sekolah dimaksud.
Di mana, mereka memiliki wilayah kerja pemenuhan MBG seperti di SDN 019, Annajia, SDN 10, SDN 007, SDN 006, SDN 003, MIM, SMPN MUTU, SMA Taruta. “Saat ini kita dalam proses perbaikan fasilitas IPAL bang,” kata dia lewat pesan singkat WhatsApp.
Beranjak dari pernyataan itu, Polez.id kemudian menelusuri keberadaan dapur MBG yang dikelola pihak Arif untuk memastikan kebenaran terkini. Di lapangan terungkap fakta tidak ada tanda-tanda pekerjaan fasilitas IPAL yang dimaksud di atas, melainkan kondisi dapur MBG berhari-hari dalam keadaan kosong, pintu tertutup rapat, petugas SPPG satupun tidak ada yang standbay.
Sementara itu, untuk menguatkan informasi yang dihimpun Polez.id mencoba konfirmasi salah satu pihak sekolah yakni SDN 019 Sungai Jering. Muhammad Ali, selaku Kepala Sekolah (Kepsek) juga membenarkan MBG tidak lagi diantar pihak yayasan seperti biasa.
“Tersendatnya pemenuhan MBG di SDN 019 Sungai Jering sebelum anak-anak memasuki proses ujian akhir,” terangnya.
Keterangan pihak yayasan saat dikonfirmasi, lanjut Muhammad Ali, sedang ada perbaikan. Alhasil SDN 019 Sungai Jering khususnya, dan sekolah-sekolah yang menjadi tanggung jawab yayasan penyaluran MBG saat ini terganjal sebagai penerima manfaat.

